Menpera Minta Pengembang Bangun Pabrikasi Pembangunan Rumah

0
1
Foto: Humas Kemenpera

Foto: Humas Kemenpera
KonsPro (6/12) – Menpera Suharso Monoarfa meminta kepada para pengembang yang tergabung dalam asosiasi Realestat Indonesia (REI) maupun Apersi untuk membuat sebuah pabrikasi unsur-unsur pembangunan rumah seperti kusen, cat, jendela, pintu sehingga biaya pembangunan rumah dapat dikurangi.

Adanya pabrikasi pembangunan rumah diharapkan dapat mempermudah proses pembangunan sehingga rumah yang dibangun lebih cepat selesai. “Kalau pengembang bisa memiliki pabrikasi unsur pembangunan rumah seperti kusen, cat, jendela dan pintu sendiri tentunya harga rumah yang dibangun bisa dikurangi,” ujar Menpera saat menghadiri kegiatan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Ciawi, Bogor, Sabtu (4/12) kemarin.

Menurut Menpera, saat ini harga rumah sejahtera berkisar Rp 55 juta. Namun demikian, apabila setiap pengembang memiliki pabrikasi pembangunan rumah diperkirakan harga rumaj tersebut bisa ditekan hingga Rp 50 juta. Lebih lanjut, Menpera mengharapkan kepada para pengembang untuk melaksanakan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah secara sungguh-sungguh.

Meskipun harga rumah yang dijual rendah, namun fasilitas yang ditawarkan setidaknya dapat membuat mereka tinggal dengan nyaman. Menpera mencontohkan, di Kota Malang ada seorang pengembang yang membangun proyek rumah sejahtera dengan fasilitas jalan lingkungan besar. Selain itu, fasilitas pendukung perumahan juga cukup baik.

Ternyata setelah didatangi dirinya, pengembang tersebut menyatakan bahwa hal itu dapat dilakukan dengan mengurangi struktur biaya pembangunan rumah dengan membuat pabrikasi pembangunan rumah di sekitar lokasi proyek. Terkait dengan pembangunan rumah ini, Menpera juga berharap kepada para pengembang ke depan untuk segera menyerahkan struktur biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan rumah. Melalui struktur biaya pembangunan rumah tersebut nantinya akan diketahui berapa besaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah. (Ristyan)