Menpera Lakukan Pencanangan Rusunawa TNI di Cicalengka, Jabar.

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (21/6) BANDUNG – MENTERI  Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa, didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal George Toisutta, Jumat (17/6) melakukan pencanangan pembangunan rumah susun sejahtera sewa (rusunawa) untuk para prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 330 Kostrad di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahu 2010-2014, pemerintah merencanakan pembangunan rusunawa sebanyak 650 twinblok (TB), dengan komposisi 380  TB diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam bentuk pembangunan di lokasi baru, dan sisanya 270 TB diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk tujuan mendukung peremajaan kota atau pengentasan permukiman kumuh perkotaan.

Pembangunan rusunawa ini bersumberkan dari APBN, yang diperuntukkan bagi prajurit TNI, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, bagi masyarakat umum dan para pekerja melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri bagi para mahasiswa dengan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.

Menpera menjelaskan pada Tahun anggaran  2010-2014, pembangunan rusunawa direncanakan hampir 40% dialokasikan kepada TNI. Ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan kabinet sebelumnya, dari 136 TB total rusunawa yang dibangun, hanya sebanyak 9 TB yang peruntukkan kepada TNI.

Tahun 2010-2014, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) merencanakan akan membangun 120 TB untuk TNI dan bahkan, menurut Suharso, Kemenpera sedang mempertimbangkan untuk menambah 15-16 TB lagi. Dari 120 TB yang akan dibangun, terdiri dari  76 TB untuk TNI AD, dimana 13 TB untuk Kostrad. “Kenapa lebih banyak diperuntukkan bagi TNI karena pembangunan rusunawa di lingkungan TNI adalah efektif dan diharapkan dengan adanya pembangunan rusunawa ini, bisa mengatasi kehidupan sosial para prajurit, sehingga lebih konsentrasi waktu bertugas,” ujar Menpera menegaskan.

Dilanjutkan oleh Menpera, dengan adanya bantuan dari dari Kemenpera, waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan rumah di lingkungan TNI semakin berkurang. Tahun 2010, TNI mengalami kekurangan rumah bagi prajuritnya sebanyak 274.571 unit. Jika diatasi sendiri oleh TNI, maka dibutuhkan waktu selama 92 tahun. Jika melakukan kerja sama dengan YKPP dan ASABRI, maka waktu yang dibutuhkan menjadi 61 tahun. Jika dibantu lagi oleh Kemenpera, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan rumah di lingkungan TNI akan semakin berkurang hingga menjadib 38 tahun.

Untuk  lebih mempersingkat waktu, Kemenpera mengajak TNI bekerja sama dengan sumber pembiayaan untuk memiliki rumah dengan biaya yang sangat murah, tanpa uang muka dan cicilan diangsur tetap, maksimal Rp 225 ribu selama 15 tahun, maka waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan rumah prajurit hanya tinggal 16 tahun lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal George Toisutta sangat berterima kasih dan berharap para prajurit TNI bisa bekerja lebih baik dan berbakti kepada Negara. “Wujudkan rasa syukur dengan bekerja lebih bagus,” ungkapnya memberi semangat.

Realisasi rusunawa bagi prajurit TNI ini merupakan tindak lanjut kesepahaman bersama antara Kemenpera dengan Kementerian Pertahanan yang telah ditandatangani 6 Januari 2011 lalu. Sehingga setiap usulan pembangunan pembangunan rusunawa bagi prajurit TNI senantiasa dilakukan melalui koordinasi Kementerian Pertahanan (one gate policy).

Menurut Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung, untuk diketahui, tahun 2010-2011, Kemenpera telah membangun 26,5 TB rusunawa bagi prajurit TNI dan pada tahun 2011-2012 direncanakan akan dibangun lagi 60 TB. “Sehingga sejak tahun 2010, sudah dialokasikan sebanyak 86,5 TB rusunawa bagi prajurit TNI,” ujar Deputi Bidang Perumahan Formal menambahkan.

Khusus bagi prajurit Kostrad, dalam tahun 2011-2012 akan dibangun 13 TB rusunawa yang tersebar di 12 lokasi, termasuk di lokasi Cicalengka ini sebagai tambahan dari 2 TB yang sudah dibangun pada tahun 2010-2011 di Cilodong Kabupaten Bogor dan di Kota Malang, Jawa Timur.

Pembangunan rusunawa di lokasi Cicalengka ini, sesuai dengan usulan yang diterima Kemenpera. Direncanakan terdiri dari 1 TB, double loaded corridor dengan teknologi konstruksi beton bertulang pracetak. Dengan jumlah lantai 5 dan hunian sebanyak 70 unit dengan luas 36 m2 per unitnya. (Ristyan)