Menpera: Kepemilikan Rumah Murah Harus Tepat Sasaran

0
Ilustrasi: palembang.tribunnews.com

 

KonsPro (27/03) SEMARANG – MENTERI Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengatakan kepemilikan rumah murah harus dipastikan tepat sasaran sesuai kelompok yang menjadi target.

“Kelompok sasarannya harus dipastikan dulu, yang pertama adalah mereka yang berpenghasilan Rp 1,2 juta dibantu untuk memiliki aset,” kata Menpera dalam acara pelantikan dan pengukuhan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Jawa Tengah di Semarang, akhir pekan lalu.

Pola pembiayaan rumah murah tersebut, lanjut Menpera, adalah dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan dengan bunga 6% dengan masa 15 tahun. “Kita harus memastikan orang yang mendapatkan adalah mustahik atau yang benar-benar berhak. Jangan sampai dibeli oleh orang yang berduit, kemudian dikontrakkan,” katanya.

Untuk menemukan orang yang tepat, lanjut Menpera, cara yang bisa ditempuh adalah kerja sama dengan perbankan yang telah memberikan kredit usaha rakyat (KUR). Menpera menjelaskan bahwa rumah murah yang akan dibangun 100 ribu unit yang terdiri atas 50 ribu cluster tiga dan empat, sisanya 50 ribu untuk cluster dua.

Pengelompokan tersebut yakni untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan nelayan. Kemudian untuk masyarakat yang berpenghasilan Rp 1,2 juta sampai dengan Rp 2 juta per bulan seperti wirausaha mikro dan pekerja yang kontrak atau buruh kontrak. Sasaran berikutnya adalah untuk pegawai negeri sipil (PNS), TNI, polisi, pekerja swasta, dan Jamsostek, serta kelompok pegawai BUMN juga swasta. (Ant)