Menpera Ingatkan Kontraktor Untuk Perhatikan Kualitas Bangunan

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (19/02) JAKARTA – PARA  kontraktor bangunan hunian vertikal seperti rumah susun (Rusun) ke depan diminta untuk tetap memperhatikan kualitas bangunan. Pasalnya saat ini sering muncul adanya keluhan-keluhan dari para penghuni Rusun terkait masalah pemeliharaan yang kurang memadai serta kualitas penyelesaian bangunan yang tidak selesai dengan baik.

Hal itu diungkapkan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa saat meresmikan Rusunawa Kodam Jaya di Bekasi kemarin. Dalam kesempatan itu, Menpera juga melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun Sejahtera Kodam Jaya tahap 2 dan Pencanangan Rusun Sejahtera TNI AD Tahun 2011.

“Saya ingin mengatakan dan memperingatkan kepada para kontraktor terkait adanya keluhan-keluhan dari para penghuni serta Pangdam tentang adanya bangunan yang tidak selesai dengan baik dan bahkan masih dalam masa pemeliharaan  tetapi tidak tuntas,” ujar Suharso Monoarfa.

Suharso Monoarfa menyatakan, bangunan Rusun Sejahtera yang diperuntukkan bagi prajurit TNI tentunya dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain terkait tata cara hidup di hunian vertikal. Jika bangunan yang dibangun tidak sesuai dan banyak kerusakan tentunya akan memberikan contoh yang kurang baik di masa yang akan datang.

“Saya meminta untuk para kontraktor untuk menahan retensinya dengan benar kalau memang kualitas bangunan tidak memadai dan asal-asalan.  Saya tidak mau itu terjadi,” tandasnya.

Kalangan prajurit baik TNI dan Polri, ungkap Suharso memang diberi bantuan Rusun oleh Kemenpera mengingat mereka juga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi para anggotanya. Selain itu, dirinya juga berharap prajurit TNI ke depan dapat memberikan contoh kedisiplinan serta ketertiban dalam hidup serta bersosialisasi di Rusun kepada masyarakat luas.

Meskipun memberikan peringatan kepada para kontraktor, Suharso Monoarfa juga tidak lupa mengucapkan terimakasih yang telah membangun Rusun dan membantu Kemenpera dalam pelaksanaan program ini. Akan tetapi, imbuh Suharso, dirinya akan lebih berterimakasih apabila para kontraktor dapat menyelesaikan bangunan hunian vertikal tersebut dengan baik, bermutu dan tidak meninggalkan protes-protes dikemudian hari.

“Memang diperlukan sebuah alokasi dana  dalam hal pemeliharaan tapi nantinya akan dikembalikan kepada peneriman manfaat dalam hal ini. Jadi saya harap kontraktor dapat membangun sebuah bangunan yang baik dan bermutu,” harapnya. (Ristyan)