Menpera Ajak Pemda Bersama-Sama Atasi Backlog

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (9/4) KUPANG – KEMENTERIAN  Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengadakan Diseminasi Program Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selama dua hari, dimulai pada tanggal 5-6 April Tahun 2011. Acara Diseminasi dibuka oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa.

Di dalam pidato sambutannya Menpera mengatakan bahwa kerjasama atau sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah perlu untuk ditingkatkan terus dalam mensukseskan pembangunan perumahan dalam mengatasi backlog.

“Masalah backlog merupakan masalah yang harus ditangani secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah, oleh karenanya, saya ajak Pemda untuk meningkatkan sinergitas dalam bidang Pembangunan Perumahan agar masalah backlog bisa diatasi secara cepat”, ujar Menpera.

Lebih jauh Menpera menjelaskan bahwa masalah backlog (kekurangan rumah) apabila diatasi sendiri oleh pemerintah daerah akan memakan waktu yang cukup lama. Namun, ketika Pemda melakukan sinergitas bersama dengan pemerintah pusat maka masalah backlog bisa diatasi secara bertahap.

Di dalam kesempatan tersebut, Menpera juga mengatakan bahwa berdasarkan peraturan pemerintah perumahan itu merupakan urusan wajib daerah. Tapi pada saat yang sama kami paham bahwa urusan wajib itu tidak diikuti dengan kapasitas fiskal yang memadai yang dimiliki oleh pemda. Akibatnya seringkali perumahan itu mendapatkan perhatian yang kurang. “Padahal Perumahan merupakan 4 faktor dari 14 indikator kemiskinan. Jadi, dapat dibayangkan ada sebuah  kewajiban dimandatkan kepada pemda tapi pada saat yang sama  pemda memiliki fiskal terbatas” ujar Menpera.

Oleh karena itu, dalam rangka mengatasi permasalahan fiskal oleh pemerintah daerah, Kementerian Perumahan Rakyat memiliki beberapa program kebijakan. “Untuk memperkuat fiskal pemerintah daerah, Kemenpera memiliki program kebijakan Dana Dekonsentrasi dan DAK untuk perumahan dan permukiman, untuk selanjutnya nanti kita akan memperluas lagi”, ujar Menpera.

Hadir dalam acara yang dimaksud Gubernur Provinsi NTT, Frans Lebu Raya. Di dalam pidato sambutannya Frans Lebu Raya menyambut baik acara Diseminasi tersebut. Menurut keterangan Frans Lebu Raya, masyarakat NTT telah menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa Dana Dekonsentrasi, DAK dan bantuan stimulan perumahan swadaya. “Kesemuanya itu dimaksudkan untuk dapat menyediakan rumah layak huni dan terjangkau serta mengatasi angka backlog yang terus meningkat setiap tahun”, ujar Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya juga mengatakan bahwa angka kemiskinan di NTT masih tinggi mencapai 23,03 %, hal itu berdasarkan data tahun 2010. “Untuk Provinsi NTT dari jumlah penduduk 4,6 juta jiwa,  ada 1500 kepala keluarga terdapat backlog sebesar 48363 unit rumah, termasuk untuk penanganan warga baru NTT”, imbuh Frans Lebu Raya.

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan program Desa Mandiri Anggur Merah. “Kita memberikan dana 250 juta untuk kepentingan pemberdayan ekonomi. Karena itu, pada kesempatan yang baik ini,  saya memohon dukungan bapak menteri untuk turut membangun perumahan program Desa Mandiri Anggur Merah.  Karena 250 juta tadi itu tidak untuk pembangunan infrastruktur tapi semata-mata untuk pemberdayaan ekonomi”, ujar Frans Lebu Raya. Selanjutnya Frans Lebu Raya juga mengatakan bahwa Kota Kupang mendapat bantuan  DAK terbesar dari 62 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Menpera mengatakan meskipun Provinsi NTT terbanyak mendapatkan bantuan DAK dari seluruh Provinsi di Indonesia, tetapi hal itu masih jauh dalam mengurangi backlog. “ Saya justru menchallenge kepada Pemerintah Daerah dan Asosiasi agar dapat mengatasi backlog sedemikian rupa  dan  pada saat yang sama dapat menumbuhkan ekonomi”, ujar Menpera.

Sedangkan untuk Program Desa Mandiri Anggur Merah, Menpera memberikan tanggapan bahwa Perumahan itu memberikan perubahan yang signifikan sekali jika distribusinya tepat,  dan pas sasarannya. Hal itu diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan. “Contoh tadi bagaimana mensinkronkan dengan Desa Mandiri Anggur Merah, kita carikan sinkronisasinya, kita tetapkan persis lokasinya, kita berikan stimulan. Mudaha-mudahan secara bertahap kita bisa menyelesaikan backlog, ujar Menpera.

Sementara tujuan dari kegiatan Diseminasi Program Kementerian Perumahan Rakyat tahun 2011 di kota Kupang adalah untuk menyamakan persepsi dan memberikan pembekalan kepada pemerintah daerah serta konsultasi dan diseminasi program bidang perumahan.

Peserta yang diundang dalam kegiatan Diseminasi tersebut adalah  Muspida Provinsi NTT, Bupati/walikota, pimpinan instansi vertikal, SKPD Provinsi , BUMD, Asosiasi dan Pers. Hadir juga pejabat Eselon satu dan dua beserta staf  di lingkungan Kementerian Perumahan Rakyat. (Ristyan)