Menpera: 50 Kabupaten / Kota Siap Sediakan Lahan Rumah Murah

0
Foto: Humas Kemenpera

 

KonsPro (17/03) JAKARTA – SEBANYAK  50 Kabupaten/Kota di Indonesia menyatakan siap menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan rumah murah bagi masyarakat. Adanya dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) dalam hal penyediaan lahan ini diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program rumah murah dan rumah sangat murah.

“Setidaknya sekitar 50 Kabupaten / Kota telah siap menyediakan lahan untuk rumah murah masyarakat,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa kepada sejumlah wartawan usai menghadiri Rapat Kerja antara Kemenpera dan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/3).

 

Menurut Suharso Monoarfa, sejumlah 50 kabupaten / kota yang telah menyatakan kesanggupannya tersebut tersebar di seluruh. Dalam hal penyediaan lahan tersebut, banyak Pemda yang telah melakukan penyediaan bank tanah serta konsolidasi lahan untuk lokasi pembangunan perumahan dan perencanaan kota ke depan. Lahan-lahan yang dibebaskan, kata Suharso Monoarfa, dibeli Pemda dengan harga yang cukup murah. Pemda juga menggandeng sejumlah pengembang perumahan yang ada di daerah untuk melakukan kerjasama dalam proses pembangunan perumahan.

 

“Banyak juga Pemda yang telah membebaskan lahan dan menyediakan sendiri lahan-lahan yang masih ada untuk perumahan PNS di daerahnya masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut, Suharso Monoarfa menambahkan, dirinya merasa gembira karena ada juga Pemda di Pulau Jawa yang menyambut baik program rumah murah dengan harga Rp 20 – 25 juta dan rumah sangat murah Rp 5 – 10 juta ini. Dirinya berharap hal ini bisa diikuti oleh Pemda lainnya yang masih memiliki daerah yang cukup luas dan harga lahan yang relatif murah. Beberapa waktu lalu, ungkap Suharso Monoarfa, dirinya sempat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Kota Malang dan Mojokerto.

Saat melakukan koordinasi dengan Pemda terkait pelaksanaan program rumah murah ini mereka mengatakan dengan harga rumah seperti itu dan lahan yang tersedia program tersebut masih mungkin dilakukan. “Mereka juga menyatakan program rumah murah dan rumah sangat murah bisa dibangun bahkan untuk rumah ukuran 36 meter persegi,” tandasnya.

Untuk pelaksanaan program rumah murah dan sangat murah di Jawa Timur, imbuh Suharso Monoarfa, dirinya akan memulainya dengan angka sekitar 6.000 unit rumah. Adapun harga rumah yang dibangun sekitar Rp 20 – 25 juta. Namun demikian, dirinya juga merasa optimis masih banyak Pemda yang tertarik untuk ikut serta dalam program ini mengingat kebutuhan rumah masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.

Akan tetapi di daerah lain jumlah unit rumah yang dibangun tidak sebanyak yang di Jawa Timur mengingat lahan yang tersedia kurang begitu luas. “Di daerah lain selain Jawa Timur paling sekitar 2.000 unit rumah saja,” katanya. Pada tahun 2011 ini, kata Suharso Monoarfa, Kemenpera akan berusaha membangun sekitar 100.000 unit rumah murah dan sangat murah.

Sebanyak 100.000 unit rumah tersebut terbagi dalam dua bidang yakni sekitar 50.000 unit rumah untuk masyarakat yang bankable dan 50.000 unit rumah untuk masyarakat yang non bankable. Namun demikian, hingga saat ini pihaknya masih membahas mengenai berapa anggaran yang akan dikucurkan untuk program ini. Rumah murah dengan harga sekitar Rp 20 – 25 juta nantinya diperuntukkan untuk masyarakat yang memiliki pendapatan antara Rp 1,2 – 2 juta.

Sedangkan rumah sangat murah yang harganya Rp 5 -10 juta untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp 1, 2 juta. Kemenpera akan menggunakan Fasilititas Lukuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) untuk membantu pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Untuk memperoleh rumah murah ini masyarakat tidak perlu membayar uang muka. Sedangkan bunga KPR per tahun sekitar 5 – 6,42 persen dan porsi FLPP adalah 80 hingga 95 persen. “Msayarakat nantinya dapat mengangsur cicilan KPR per bulan hanya sekitar Rp 160.000 sampai Rp 220.000 saja,” katanya. (Ristyan)