Mengkonsep Rumah Minimalis

0

KonsPro (13/03) – MINIMALIS  adalah pola berpikir, bekerja, dan suatu  cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat  desain  sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis,  ringan, efisien,  dan penuh kesederhanaan.

Rumah minimalis pun hadir dengan karakter lebih jelas (desain serba kotak, warna serba putih dan abu-abu, bergaris-garis tegas, bentuk-bentuk ruang geometris dan  sederhana), lebih   baik (kokoh), dan lebih kuat  dengan ruang- ruang yang kosong (sedikit ornamen dan perabotan). Prinsipnya semakin  sederhana, maka kualitas desain, ruang yang ada,  dan  penyelesaian bidang  struktur harus semakin lebih baik.

Namun perlu dicatat terlalu minimalis akan menjadi steril, tunggal rupa, dan cenderung membosankan. Untuk itu perlu dipahami bersama bagaimana     pengembangan dasar  rumah minimalis dalam konteks budaya masyarakat urban kita.

Apa yang menarik dari desain rumah minimalis? simpel, elegan, dan lain dari pada yang lain. Tentu saja lain daripada yang lain, kalau lingkungan sekitar anda tidak ada rumah minimalis. Tetapi kalau seluruh lingkungan bergaya minimalis, tentu jadinya seragam lagi. Lebih jauh lagi,  gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari- hari.  Gerakan  minimalisme ini  merupakan gerakan ‘back to basic’ atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan jaman modern.

Lebih  daripada  sekedar gaya atau model rumah, minimalis semestinya mencerminkan filosofi hidup Anda. Kalau tidak, konsep minimalis bukanlah konsep yang  tepat untuk rumah anda.  Pertanyaannya: filosofi hidup macam apa  yang cocok dengan konsep minimalis?

Anda Lebih Mementingkan yang esensial

Yang mendasar, daripada segala ornamen  atau  hiasan.  Bahasa lainnya: ambil yang penting saja, fungsional. Kalau itu bukan hal penting, boleh dibuang atau disingkirkan. Penerapannya dalam desain minimalis, misalnya di ruang duduk: sofa, coffee table, credensa mungkin sudah cukup. Ornamen ukiran tidak esensial untuk seorang yang bergaya  minimalis. Dekorasi rumah seperti lukisan, vas bunga, dipilih sesedikit mungkin. Dan diletakkan sebagai aksen agar rumah tidak membosankan. Tetapi juga tidak penuh  dengan barang. Di atas meja mungkin sebuah vas bunga yang simple  sudah cukup. Di dinding, satu dua lukisan dan foto barang-kali sudah lebih dari cukup.

Anda Lebih Mementingkan Kualitas daripada Kuantitas

Sedikit  tapi  bermutu. Diterapkan dalam desain berarti: daripada banyak barang, desain minimalis hanya mengambil  yang sungguh berguna dan  disuka. Ruang banyak dibiarkan lega sebagai bagian dari interior itu sendiri. List plafon tidak diperlukan. Apalagi yang berukir-ukir dihindari. Justru pertemuan antara plafon dan dinding yang dibuat sangat rapi lebih diutamakan.

Anda Menyukai Kebersihan

Anda tidak biasa melihat meja makan  yang  penuh  dengan makanan dan piring sepanjang waktu. Anda  tidak bisa membiarkan kitchen set anda penuh dengan piring  kotor. Anda tidak bisa membiarkan tempat tidur yang  berantakan  ketika tidak  dipakai. Anda  tidak nyaman berada pada kamar mandi  yang basah sepanjang waktu. Diterapkan dalam desain: berarti anda ingin membuat semua sudut di ruangan/ atau dirumah  mudah dibersihkan. Tidak ada permukaan yang sulit dijangkau untuk dibersihkan.