Mengkalkusi Investasi Kondotel

0
Dok. bisnis.com

KonsPro (28/7) JAKARTA – DI  tengah aneka tawaran investasi modern yang menjanjikan keuntungan berlipat, properti masih menjadi cara tradisional yang diakui masih sangat ampuh. Alasannya pun sederhana, harga properti selalu naik.

Kini, investasi kondotel yang harga miliaran bahkan cepat ludes diserbu pembeli. Kondotel semakin biasa digunakan orang berburu keuntungan dengan cara dijual kembali dengan harga lebih tinggi, dikontrakkan, atau disewakan. Namun, tetap saja ada beberapa perbedaan dibandingkan dengan berinvestasi pada apartemen ataupun rumah tapak.

Stella Sari Dewy, General Manager Wuku Resort Condotel and Villa, mengatakan pemilik kondotel tidak perlu memikirkan lagi biaya operasional bulanan, perawatan, hingga mencari penyewa.

Kalau apartemen biasa tak berpenghuni selama 3 bulan, pengelolanya tidak akan memperoleh pemasukan untuk menutupi biaya  operasional bulanan. ”Kondotel dikelola oleh profesional sehingga Anda tidak perlu memikirkan lagi soal perawatan hingga mencari penyewa,” ujarnya.

Investasi kondotel juga lebih praktis karena sebagai pemilik Anda tetap bisa menginap di properti tersebut dan memperoleh pelayanan yang sama dengan tamu lainnya dari pengelola properti tersebut.

Stella menggambarkan investasi kondotel di Wuku Resort mulai dari Rp1 miliar – Rp3 miliar per unit dan Rp3,5 miliar – Rp4,5 miliar per unit untuk tipe vila. Investor akan memperoleh return of investment 8% – 10% per tahun, di luar bonus poin yang mereka peroleh dari penggunaan properti tersebut sebagai pemilik.

Return tersebut merupakan angka standar untuk tingkat hunian hotel (okupansi) 60% per tahun. Jika di atas itu, return yang diperoleh lebih besar lagi. Keuntungan diberikan dari pendapatan kotor dikurangi biaya operasional.

Wuku Resort Condotel and Villa mulai beroperasi pada tahun depan dengan kisaran harga US$100 per malam. Properti ini di bawah pengelolaan Centara Hotels & Resort, operator hotel terbesar di Thailand yang mulai berekspansi ke India, Filipina, Vietnam, Sri Langka, dan Indonesia.

”Biasanya 60% [dari keuntungan] untuk pemilik, sedangkan 40% untuk biaya operasional termasuk perawatan, overhead cost, dan fee bagi manajemen atau operator yang mengoperasikan hotel,” ujarnya.

Kaum Muda

Stella mengatakan kaum muda saat ini mulai banyak yang menggandrungi investasi kondotel. Mereka bahkan tidak sedikit yang berpatungan hingga 10 orang untuk membeli satu unit kondotel. ”Tentu saja, nama pemilik hanya satu. Mereka biasanya membuat perjanjian terpisah langsung dengan notaris,” ujar Stella.

Investor juga akan memperoleh kuota alias semacam jatah menginap yang dihitung sebesar 30 poin per tahun di Wuku Resort. Jika jatah itu diambil pada hari kerja, poin akan dipotong satu. Jika digunakan pada akhir pekan atau libur hari raya, poin akan berkurang dua. Poin ini juga bisa digunakan untuk reservasi bagi anggota keluarga lainnya. Tidak harus pemilik yang menginap.

Aliva Abdullah, CEO Individwa Property mengatakan kondotel menjadi pilihan investasi karena pasar Indonesia selalu tertarik dengan properti yang berkonsep bagus dan dikelola secara profesional, dan memberikan rasa aman berinvestasi.

Operator hotel profesional menjadi salah satu pertimbangan dan modal untuk menjaga kualitas properti dan kemampuan memberikan 8% garansi tahunan selama 5 tahun. ”Tingkat kepemilikan kondotel Taum yang saya dirikan sudah mencapai 90% dan didominasi oleh orang Indonesia,” ujarnya.

Sebagai tip berinvestasi, status tanah dan lokasi kondotel perlu diperhatikan, apakah berstatus hak milik, hak sewa, atau hak guna pakai. Pada tahap awal, pengembang biasanya menawarkan masa sewa 20 – 25 tahun atau sama dengan apartemen. Jika tanah diperpanjang, masa sewa juga diperpanjang.

Kita juga perlu memperhatikan skema pembagian uang sewa (return) per tahun untuk dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya.Beberapa pihak ada yang menggunakan skema bagi hasil murni, ada juga yang digabungkan dengan minimum return guarantee.

Jangan lupa, sebagai pemilik, Anda juga memiliki jatah tinggal di sana per tahun. Jika memiliki kondotel di sebuah kota yang sering dikunjungi untuk berlibur atau bekerja, Anda tidak perlu bingung mencari penginapan dan mengeluarkan extra cost. (bisnis.com)