Memaksimalkan Fungsi Electronic Security System

0
Bambang Setiobudi

KonsPro (24/6) – KEAMANAN (security) adalah salah satu aspek penting (bahkan vital) dalam mengelola gedung apartemen. Selain sumber daya manusia, keamanan di lingkungan apartemen juga perlu dilengkapi/didukung dengan electronic security system yang baik dan modern.

Di gedung apartemen kelolaan anda mungkin sudah dilengkapi dengan access control system, CCTV dan DVR-nya, passive infra red sensor, door contact, metal detector dan electronic security system lainnya.

Semua peralatan tersebut sudah dipasang oleh kontraktor specialist dan petugas security yang menanganinya sudah di-training untuk mengoperasikannya.

Dengan berjalannya waktu, apartemen sudah terisi, apakah perusahaan security outsourcing yang ditunjuk atau anda sebagai Property Manager-nya pernah melakukan review secara rutin terhadap management security di gedung anda? Jika ragu menjawabnya, cobalah anda menjawab beberapa pertanyaan berikut:

Apakah ada pergantian tenaga security selama ini, atau bahkan pergantian outsourcing security? Jika ada sebaiknya lakukan refreshing training operasional menangani electronic security system. Lebih  baik lagi, anda meminta minimal setahun sekali outsourcing security melakukan audit/assessment security system.

Periksalah, apakah ada camera yang perlu direlokasi karena terhalang sesuatu? Apakah  ada penambahan fasilitas baru yang perlu diawasi camera, misalnya ATM Center, tempat parkir sepeda atau workshop?

Adakah penyalahgunaan pemakaian access card? Misalnya access card yang pernah dilaporkan hilang ada yang memakainya lagi, karena belum di”void”.  Atau access card yang seharusnya tak dapat melewati “reader” tertentu, tetapi bisa lewat. Hal  ini dapat anda cek di “log” transaksi access card setiap saat. Penting juga memeriksa daftar access card yang seharusnya masih di dalam stok, tetapi ada yang memakainya.

Apakah anda sudah yakin dengan effektifitas petugas security yang menangani CCTV system? Apa yang dia kerjakan di dalam ruang control? Apakah lebih suka menonton siaran TV daripada mengamati monitor CCTV? Jangan  letakan monitor TV dalam ruang control CCTV. Apakah meja tempat meletakan monitor CCTV sudah tepat tinggi maupun sudutnya? Apakah petugasnya tahu apa yang harus dilakukan jika melihat di monitor sesuatu yang mencurigakan?

Seharusnya dia wajib melakukan kontak dengan petugas lapangan terkait, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah pencegahan/peneguran dan “tracking” seperlunya, serta dapat melakukan tindakan preventive ataupun penangkapan langsung.

Itulah sebetulnya fungsi CCTV, bukan hanya untuk melihat/mencocokkan pelakunya setelah kejadiannya sudah lewat, tetapi juga sebagai alat bukti pendukung. Untuk itu diperlukan alat komunikasi (HT) yang dapat menjangkau setiap petugas security di lapangan.

Shift petugas CCTV perlu diatur lebih pendek, untuk mempertahankan efektifitas pengamatannya. Sekali  bertugas jangan lebih dari 3 jam berturut-turut, bisa diatur bergantian misalnya tiap 2 jam, dengan petugas lapangan, dan seterusnya.

Apakah petugas anda selalu melakukan respon yang cepat dan tepat terhadap alarm yang ditimbulkan oleh door contact karena pintu diganjal. Atau  card reader yang loss contact. Atau  alarm lainnya yang timbul, misalnya dari fire alarm system.

Apakah anda mempunyai prosedur penyimpanan rekaman dari DVR (Digital Video Recorder) di ruang yang aman dan memenuhi syarat untuk menyimpan data optic, batas waktu penyimpanan dan lain-lain.

Untuk access control system dan video surveillance type baru, setelah data base dan backup data diatur melalui computer, dapat secara online dikirim via internet, diakses secara remote atau ke HP Property Manager.

Bahkan di pasar sekarang sudah tersedia sotware yang dapat mengatur CCTV system dengan menarik garis batas imaginer, yang jika ada orang atau kendaraan melintas garis imaginer tersebut, akan menimbulkan alarm dan tentu saja dapat langsung dikirim hampir “real time” ke HP Property Manager.

Harga CCTV camera kian hari kian murah dan kian canggih, khususnya yang digital. Patut dipertimbangkan untuk mengganti sebagian tugas satpam dengan camera atau sensor lainnya, karena biaya satpam di Jakarta saat ini rata-rata Rp. 2 Juta/orang/bulan. Untuk  satu posisi secara 24 Jam penjagaan, dibutuhkan minimal 3 orang, sehingga total biaya Rp. 6 juta/bulan/posisi. Biaya ini sudah lebih mahal dari harga sebuah camera CCTV digital.

Selain hal-hal yang modern seperti disebutkan di atas, hal-hal konvensional tetap harus diperhatikan, seperti halnya :

Apakah semua pagar dan gembok sekeliling property sudah aman, penerangan cukup, semak-semak selalu dipotong, management kunci teratur dan kunci tidak diduplikasi sembarangan, area parkiran aman, pintu-pintu masuk dan pintu-pintu ke fasilitas umum dalam keadaan baik dan terkontrol. (Penulis: Bambang Setiobudi, Praktisi Property Management)