Liputan Khusus

SBY Minta REI Kerjasama dengan Pemerintah Bangun Rumah Murah

KonsPro (6/12), JAKARTA – MENGINGAT masih banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para pengembang yang tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI) untuk  bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah membangun perumahan untuk kelas bawah.

 

REI Sampaikan 4 Point Penting Kepada SBY

 

KonsPro (5/12), JAKARTA - PRESIDEN  Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan  sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) 2012 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Rabu, 5 Desember 2012.  Rakernas tahun ini mengangkat tema 'Rumah Untuk Semua'.

Ketua Dewan Pengurus Pusat REI Setyo Maharso dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan, bahwa rakernas bertema 'Rumah Untuk Semua' ini mengandung harapan agar setiap warga Indonesia dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau sesuai dengan UUD 1945.

 

2013 BTN Target Salurkan KPR FLPP 120 Ribu Rumah

KonsPro (5/12), JAKARTA - SEBAGAI  bank yang fokus pada pembiayaan perumahan rakyat, tahun depan Bank Tabungan Negara menargetkan dapat menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 120 ribu unit rumah. Untuk  itu, bank ini telah menyiapkan dana  sebesar Rp7 triliun.

Statement tersebut dinyatakan Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Real Estate Indonesia (REI) 2012 di Hotel Pullman Jakarta, (5/12). Iqbal optimis  target tersebut dapat  dicapai, meski realisasi penyaluran KPR bersubsidi tahun ini hanya sekitar 50 ribu unit rumah.

 
 

Pemerintah Kurang Mendukung Program Rusunami

 

KonsPro (29/11), JAKARTA - SEJAK diluncurkan tahun 2006, Program Pembangunan Seribu Tower Rumah Susun sudah diselimuti banyak masalah. Program yang resmi punya tujuan mulia, yakni menyediakan hunian layak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan, sejak awal sudah beraroma politik pencitraan. Tampak betul program yang dibackup oleh Keppres No. 22 Tahun 2006, Tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susum ini tidak dipersiapan dengan matang.

Hasilnya sangat jauh panggang dari air, dari program ini hanya mampu merealisasikan 138 tower atau 13,8 persen, dan dari 138 tower itupun sebagian besar bermasalah, mulai dari telat pembangunan dan serah terima, tidak tepat sasaran, beralih ke rusun komersial, hingga tak terbangun.   Karena itu, banyak kalangan menilai program ini gagal total. Padahal, program itu dianggap sebagai salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah perumahan di kota-kota besar, terutama DKI Jakarta.

 

 

Belum Ada Aturan Properti Asing, KEK Tanjung Lesung Terhambat

KonsPro (9/10), JAKARTA - PEMBANGUNAN  Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Banten terhalang belum terbitnya aturan kepemilikan properti oleh warga asing. Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Infrastruktur Lucky Eko mengatakan padahal pengembang dalam hal ini Banten West Java Tourism membutuhkan aturan untuk menarik investor.

“Hal ini merupakan desakan dari para pengusaha untuk mengembangkan wilayah yang berbeda dengan daerah lain,” kata Lucky beberapa waktu lalu di kantornya.

 
 

halaman 3 dari 9

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial