Bisnis Properti Kini Harus All in One

Konspro (26/03/2018), JAKARTA - Pengembangan bisnis properti kini tak lagi bisa menganut konsep berdiri sendiri, misalnya gedung perkantoran ataupun apartemen yang berdiri tanpa ada atau terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya.

Direktur Pemasaran Trans Property Ronald Cassidy Yusuf mengatakan apertemen dan kantor dengan konsep seperti itu dulunya masih bisa bertahan. Namun kini, di era digital semua hunian sudah all in one.

“Kalau saya boleh mengutip Pak Chairul Tanjung, istilahnya ‘palugada’. Apa yang lu butuh gue ada. Untuk menyediakan semuanya di tempat yang sama. Di Transpark bukan sekadar apartemen, mal. Tapi kami gabungkan di satu kawasan yang sama,” katanya saat konferensi pers acara Groundbreaking Trans Park Bintaro Jumat (23/3).

Ronald menuturkan konsep itu yang akan diterapkan Trans Property ke depannya. Dia mengatakan tahun ini Trans Property akan tetap meluncurkan beberapa proyek meskipun banyak yang masih mempertanyakan apkah tahun ini masih saat yang tepat membangun properti. Dia menjelaskan banyak yang mengatakan jika tahun lalu adalah tahun krisis dan sekarang adalah tahun politik. Namun jika pengembang hanya bersikap menunggu saja tentu tak akan pernah berhasil menemukan momen yang tepat.

Perusahaan kata dia memilih bersikap positif tahun ini dengan meluncurkan proyek. Apalagi dia percaya bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, usai pemilu, pertumbuhan ekonomi justru bisa meningkat karena semua pihak berupaya memberikan yang terbaik.

Setelah awal tahun ini meluncurkan Trans Ikon di Surabaya, perusahaan kembali meluncurkan proyek transpark di Bintaro, Tangerang Selatan. Proyek superblok The Trans Icon Surabaya ditaksir dengan nilai investasi Rp2 triliun. Selain berisi apartemen, The Trans Icon Surabaya, juga dielngkapi dengan hotel berbintang , pusat perbelanjaan, perkantoran dan kompleks wisata.

Sementara itu, dalam proyek di Bintaro akan dibangun 2 menara apartemen dan satu Small Office Home Office (SOHO). Proyek ini akan dibanguna di atas lahan seluas 1,7 ha dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun.

Trans Property meluncurkan SOHO, untuk menangkap pasar milenial. Milenial kata dia tak memerlukan ruang besar untuk perkantoran karena segala sesuatu bisa dilakukan secara digital. Soho bisa dijadikan tempat tinggal sekaligus perkantoran.

“Kami menyediakan konsep toilet juga ada di 2 lantai. Cuma hal simpel, tapi berpengaruh karena mendukung fungsi kantor dan rumah secara terpisah. Ada demand dari pasar sekarang,” jelasnya.

Adapun konsultan properti juga meyakini tren pengembangan pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan area residensial di masa mendatang akan kian populer di Jakarta sebagai strategi pengembang untuk merebut pasar seiring kian sengitnya persaingan di sektor ritel.

Vice President Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara mengatakan, pengembangan terintegrasi atau mix used development kini cukup banyak dilakukan oleh pengembang-pengembang besar di kawasan yang cukup luas.

Pengembangan ruang ritel atau pusat perbelanjaan menjadi bagian dari penyediaan fasilitas bagi properti residensial yang dibangun di kawasan tersebut. Namun, tidak jarang ruang ritel yang dibangun tidak saja menyasar pangsa pasar dari penghuni kawasan, tetapi juga masyarakat sekitar lainnya.

 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial