Lippo Tower Serah Terima Tahun Depan

0
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya.

KONSPRO, JAKARTA – Pengembang properti terbesar di Indonesia PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) lakukan penutupan atap (topping off) menara perkantoran Holland Village Jakarta (HVJ) Lippo Tower.

Pelaksanaan topping off dilakukan oleh Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya bersama dengan Presiden Direktur PT Nusa Konstruksi Enjiniring, Djoko Eko Suprastowo dan Chief Marketing Officer Lippo Karawaci, Jopy Rusli.

Dalam rilisnya, Kamis (29/11/), Ketut Budi Wijaya mengatakan optimistis proyek perkantoran HVJ Lippo Tower akan segera beroperasi dan perusahaan berkomitmen memenuhi jadwal serah terima pada akhir 2020.  Adapun topping off dilakukan Rabu (20/11).

Baca juga : Regulasi Pertanahan dan Tata Ruang Efisien Dukung Pertumbuhan Properti

Menurut Ketut, proyek perkantoran Lippo Tower yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat dimaksud letaknya sangat strategis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban. Kawasan HVJ dibangun secara terintegrasi menggabungkan hunian, pusat belanja dan rekreasi, serta rumah sakit dan sekolah. Adapun kawasan mal dari HVJ telah terlebih dahulu melakukan topping off beberapa waktu lalu.

Kawasan HVJ mengusung konsep urban central living dan dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare. HVJ merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu yang terbesar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pembangunan HVJ menyusul kesuksesan pembangunan Kemang Village di Jakarta Selatan dan The St. Moritz Penthouse & Residences di Puri Indah, Jakarta Barat.

Menurutnya, proyek ini akan menjadi proyek pengembangan kawasan terpadu yang terbesar di Cempaka Putih. Lokasinya yang strategis akan jadi titik pertemuan antara Jakarta Pusat, Utara, dan Jakarta Timur. “Ini kekuatannya,” kata Ketut.

Ia mengklaim bahwa prospek bisnis perkantoran tetap positif menyusul tingginya permintaan ruang perkantoran. Ketut menambahkan, ekonomi Indonesia yang terus tumbuh membuat sektor usaha juga ikut berkembang dan membutuhkan banyak ruang kantor untuk beraktivitas.

Kepala Riset konsultan properti Savills Indonesia, Anton Sitorus mengarakan bahwa tingkat kekosongan ruang perkantoran di Jakarta akan membaik pada 2020. Hal ini ditopang dengan tingginya permintaan ruang perkantoran dari perusahaan teknologi khususnya operator ruang kerja bersama.

Menurutnya, pada 2020 tingkat kekosongan (vacancy rate) untuk ruang perkantoran diprediksi bisa berada di bawah kisaran 25 persen. Penurunan tingkat kekosongan akan didorong oleh jumlah pasokan yang mulai berkurang dan meningkatnya permintaan ruang perkantoran dari ruang kerja bersama (co-working space).

Menurut Anton, tahun depan trennya vacancy akan mulai menurun meski masih ada proyek-proyek (perkantoran) baru yang akan masuk ke pasar. Namun, titik penurunan terendahnya sudah lewat sehingga tahun depan diperkirakan tingkat kekosongan tidak akan naik lagi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong melihat pasar properti akan terus bergeliat, termasuk di sektor perkantoran. Apalagi, seiring dengan kian banyaknya investasi masuk ke Indonesia. Belum lagi, kebutuhan tempat tinggal masih tinggi.

Lukas mengatakan, properti merupakan kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal maupun investasi. Tak heran, pengembang besar, juga terus berinovasi menawarkan properti yang terbaik, termasuk perkantoran.

AREBI menilai bahwa properti dengan harga di bawah Rp500 juta akan terus tumbuh dengan baik.

Bisnis.com