Libya Memanas, WIKA Stop Proyek Mall 158 Miliar

0

KonsPro (27/02) JAKARTA – KRISIS  politik di Libya yang semakin memanas, mulai mengimbas ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT Wijaya Karya (WIKA) terpaksa menghentikan proyek senilai 17,6 juta dolar AS di negeri petro dolar tersebut.

Corporate Secretary Wijaya Karya Natal Argawan Pardede mengutarakan, kondisi politik di Libya saat ini sangat merisau­kan investor. Dia menyebutkan, pro­yek WIKA dalam pengga­rap­an interior shopping mall di Kurdi senilai 17,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 158,4 miliar ikut terganggu.

“Pastinya mempengaruhi ka­rena kita nggak bisa kerja. Yang kita lakukan sekarang mengeva­kuasi pekerja dari sana dulu yang jumlahnya sekitar 200 orang. Kita sudah ngomong ke pemberi kerja kita bahwa kondisi seperti ini (konflik, red) kita nggak bisa kerja,” ujar Natal  di Jakarta, kemarin.

Dia berharap, setelah kondisi Libya pulih, pihaknya akan me­lanjutkan proyek tersebut.  “Jadi seka­rang berhenti dulu dan kita akan bicarakan lagi dengan So­lar Sahara Investment karena ki­ta joint operation dengan me­reka,” terang Natal.

Dia menjelaskan, proyek shop­ping mall ini dimulai sejak tahun lalu. Targetnya, bulan Juni ini ke­lar. Tapi dengan kondisi poli­tik Libya saat ini, proyek ter­se­but bakal molor dari target.

Meski demikian, pihaknya belum merevisi target tersebut, karena belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan perusahaan di Negeri Muammar Khadafi ini.

Diakui, proyek interior shop­ping mall ini merupakan proyek pertama WIKA di Libya. Dalam proyek ini, perseroan ha­nya se­bagai project management ser­vice dan tidak mempunyai aset di Libya. Hal ini demi meng­an­ti­sipasi jika terjadi se­suatu yang tidak terduga seperti saat ini. “Ja­di kita akan lebih mu­dah un­tuk mengendali­kan­nya,” kata anak buah Bintang Perbowo itu.

Selain WIKA, sejumlah peru­sa­­haan minyak pun sudah me­ngu­m­umkan rencana evakuasi para pe­kerjanya yang bekerja di Libya. Misalnya, Medco. Direk­tur PT Medco Energi Internatio­nal Lukman Mahfoedz mengata­kan, akibat kisruh politik dan ke­amanan di Libya, per­seroan menghen­tikan kegiatan penge­boran di sumur E 4 yang baru saja didapat Medco tahun ini.

Seperti diketahui, kondisi p­olitik dan keamanan di Libya   membuat harga minyak terus melambung. Pada perdagangan Rabu (23/2) di pasar Asia, mi­nyak light sweet pengiriman April kembali naik 4 sen menjadi 95,46 dolar AS per barel. (RM)