Layanan Kesehatan di CitraRaya Semakin Lengkap

0
Istimewa

KonsPro (2/6) TANGERANG – Salah satu “harta” terpenting manusia adalah sehat. Dengan sehat maka hidup akan menjadi indah. Dengan sehat pula kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan produktif untuk melanjutkan hidup kita.

Ada petuah bijak sederhana namun sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup manusia. “Jagalah kesehatan sebelum datang sakitmu”.  Mungkin karena orang selalu menyepelekan kesehatannya sehingga petuah ini muncul.

Coba saja lihat pola hidup kita. Ketika masih sehat kita makan apa saja dan melakukan aktivitas-aktivitas yang kita tahu itu tidak baik untuk kesehatan (merokok, begadang, malas olah raga, senang makan makanan berlemak, dan lain sebagainya). Baru saat datang sakit barulah kita menyadari betapa pentingnya kesehatan.

Namun seketat apapun kita menjaga kesehatan, kedatangan penyakit tetap tak dapat kita hindari. Karena selain jalan masuknya kuman atau virus itu melalui berbagai cara, juga karena penyakit itu merupakan cara Tuhan untuk menguji keimanan hamba-Nya, agar terus mengingat kepada-Nya.

Menyadari akan pentingnya masalah kesehatan masyarakat, manajemen kota mandiri CitraRaya Tangerang terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan fasilitas-fasilitas kesehatan di CitraRaya Tangerang, seperti klinik, balai pengobatan, tempat praktek dokter, apotek dan lainnya sebagai.

Menurut Estate Management Manager CitraRaya Tangerang Hari Sukriyadi, pertumbuhan kota CitraRaya yang begitu pesat harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas umum, fasilitas sosial, serta fasilitas gaya hidup/rekreasi yang memadai. Dan salah satu fasilitas penting yang menjadi prioritas manajemen CitraRaya adalah memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan warganya.

“Dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 20 ribu KK (kepala keluarga) tentunya dibutuhkan banyak klinik/balai pengobatan, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat tercukupi. Karena penduduknya cukup besar, maka prospek usaha di bidang kesehatan inipun sangat menjanjikan. Karena itu, tumbuhnya klinik-klinik, balai pengobatan dan apotek di CitraRaya merupakan proses alamiah yang terus kami dukung,” jelas Hari.

Hingga saat ini terdapat beberapa klinik dan apotek yang tersebar di kawasan  CitraRaya Tangerang, di antaranya: Klinik/ Apotek  Citra Sehat, Klinik/Apotek MediPro,  Klinik/Apotek Penabur Kasih, Klinik/Apotek Omega, Klinik/Apotek Keluarga Sehat Medika, Klinik/Apotek  Indra, Klinik Dentis, Apotek Citra Mulya, dan Apotek Citra Kasih.

“Selama ini pelayanan kesehatan di Citra Raya Tangerang berjalan dengan baik. Klinik-klinik dan apotek-apotek yang ada, sejauh ini dapat melayani masalah kesehatan warga CitraRaya dan masyarakat sekitarnya. Mereka dapat tumbuh dengan baik dan memiliki pasien-pasien tetap yang cukup loyal, mungkin karena sudah merasa cocok dengan dokternya,” ujar Hari.

Keberadaan pelayanan-pelayanan kese-hatan masyarakat ini menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di kota mandiri ini. Terjadi hubungan yang harmonis dan sinergis antara klinik/ apotek, warga CitraRaya Tangerang, dengan pihak pengembang CitraRaya Tangerang. Dengan banyaknya klinik dan apotek, masyarakat CitraRaya makin mempunyai banyak pilihan. Sementara  klinik dan apotek makin berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk CitraRaya.

Di lain pihak, pengembang berharap keberadaan klinik dan apotek akan membuat aktivitas di CitraRaya semakin hidup, penghuni makin betah, serta menarik orang untuk membeli rumah dan tinggal di kota yang fasilitasnya semakin lengkap.

Ciputra Hospital

Berkaitan dengan penyediaan fasilitas kesehatan di CitraRaya Tangerang, pada pertengahan tahun 2010, Grup Ciputra lewat PT Ciputra Development Tbk, memulai pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di CitraRaya Tangerang. Rumah sakit yang dinamakan Ciputra Hospital ini merupakan rumah sakit pertama di CitraRaya, sekaligus rumah sakit pertama yang 100 persen dibangun oleh Grup Ciputra.

Ciputra Hospital berada tepat di jantung kota mandiri CitraRaya Tangerang, dibangun untuk memberikan layanan kesehatan terpadu bagi warga yang ting-gal di CitraRaya maupun masyarakat di sekitarnya. Dengan nama Ciputra Hospital, berarti lebih memperlihatkan komitmen Grup Ciputra terhadap rumah sakit yang dibangunnya.

Menurut Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso, pembangunan Ciputra Hospital ini menelan dana sedikitnya Rp110 miliar, dan diharapkan rumah sakit baru ini sudah bisa beroperasi pada September 2011. “Mulai tahun ini kami mulai ekspansi ke bisnis healthcare berupa rumah sakit,” kata Tulus di sela-sela peresmian acara Topping Off Pembangunan Ciputra Hospital, bulan lalu, di CitraRaya Tangerang.

Tulus mengatakan, pihaknya ingin meleng-kapi fasilitas yang ada pada proyek Grup Ciputra, mulai pendidikan, seni budaya, dan healthcare. “Bisnis ini (healthcare) masih match dengan core bisnis kami masih dalam skup hospitality industries,” kata Tulus. Dia mengaku Ciputra Hospital menyasar pada penghuni kota mandiri CitraRaya dan pekerja pabrik di sekitarnya.

Sementara itu, DR.Ir. Ciputra yang meresmikan acara tersebut mengatakan, rumah sakit Ciputra Hospital merupakan rumah sakit keempatnya yang dia bangun. “Sebelumnya saya juga andil di Rumah Sakit Puri Indah, Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Royal Taruma, dan ini (Ciputra Hospital) adalah keempat,” kata Pak Ci begitu ia akrab disapa.

Pak Ci berharap, dengan adanya Ciputra Hospital dapat memberikan pelayanan lebih untuk masyarakat yang kurang mampu melalui subsidi silang.

Nantinya rumah sakit ini melayani kese-hatan terpadu bagi warga yang tinggal di CitraRaya dan memiliki perencanaan di lahan seluas 2.760 hektar. Rumah sakit ini memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga yang meliputi wilayah Tangerang dan sekitarnya

Dijelaskan oleh Pak Ci, memasuki industri kesehatan Grup Ciputra melengkapi fasilitas yang dapat membantu pemerintah di bidang kesehatan dengan fasilitas pelengkap lainnya yang berada di kawasan CitraRaya, di antaranya township facilities berupa fasilitas komersial CitraRaya Square, dan supermarket. Juga terdapat CitraRaya Food Festival (Cifest) dengan fasilitas restoran, sarana olah raga, dan Water World.

Rumah sakit tersebut dibangun di atas lahan seluas 12 ribu meter persegi. Terdiri dari bangunan 4 lantai dan 1 lantai semibasement. Sedangkan untuk luas bangunan mencapai 10 ribu meter persegi. Dilengkapi 24 poliklinik, medical cek up, isntalasi gawat darurat, 126 tempat tidur, radiologi, laboratorium dan farmasi.

Saling melengkapi

Selain warga dan masyarakat sekitar kota mandiri CitraRaya Tangerang, pembangunan rumah sakit Ciputra Hospital ini juga mendapat respon positif dari para pengelola klinik dan apotek di CitraRaya. Mereka menyambut baik akan kehadiran rumah sakit di kota ini.

Misalnya saja dr. Agus Pengelola MediPro Clinic mengatakan, bahwa memang sudah selayaknya, sebagai kota mandiri, CitraRaya Tangerang memiliki satu rumah sakit yang representatif. Karena meski telah ada beberapa klinik di CitraRaya, namun untuk kasus-kasus tertentu, klinik-klinik tersebut tidak mampu mengatasinya, karena keterbatasan peralatan medis, tenaga dokter, serta masalah perijinan.

“Saya rasa, keberadaan Ciputra Hospital tidak akan mematikan klinik-klinik yang sudah ada, tapi mungkin, dan ini yang kami harapkan, dapat saling melengkapi terhadap kekosongan di beberapa bidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat kita. Malah kami para pengelola klinik yang sudah ada berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan rumah sakit ini,” ujar dr. Agus dengan mimik yang serius.

Senada dengan dr. Agus, pemilik klinik Citra Sehat dr. Yacobus Budianto juga menyambut baik atas rencana dibukanya Ciputra Hospital. Ia menyatakan, bahwa ini merupakan perkembangan yang positif, yang dapat saling mengisi. Dengan banyaknya lembaga-lembaga pelayanan kesehatan di CitraRaya, pada akhirnya akan menguntungkan pasien.

“Pasien menjadi punya banyak pilihan untuk berobat. Dan jika tidak ingin diting-galkan pasien, maka  para pengelola klinik dan rumah sakit harus berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. Kalau pasien puas, maka dia pasti kembali lagi,” ucap Yacobus optimis. (Erlan Kallo)