Lahan Proyek MRT Jakarta Belum Miliki Sertifikat Tanah

0
Selama ini belum ada langkah kongkrit penerapan TOD dalam MRT Jakarta (Jakartamrt.co.id)

KONSPRO, JAKARTA – Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ternyata belum memiliki sertifikat tanah. Padahal proyek MRT Jakarta sendiri ditargetkan rampung dan beroperasi pada Maret 2019.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin mengatakan, hingga saat ini pihaknya sama sekali belum menerima dokumen pengajuan sertifikat tanah dari PT MRT Jakarta. Artinya meskipun beroperasi nanti, MRT Jakarta berjalan tanpa memiliki sertifikat tanah.

“Untuk MRT belum. Untuk sertifikasi lahannya saya belum. Saya kira MRT sertifikasinya belum diajukan,” ujarnya saat ditemui di Hotel Shari-La, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Ini Kata Pengamat Tentang Konsep MRT Yang Benar

Arie menjelaskan, pengurusan sertifikat lahan sendiri memiliki tenggat waktu yang beragam. Bahkan bisa saja pengurusan sertifikat tanah itu sendiri cepat jika seluruh dokumen sudah terpenuhi.

“Tergantung mereka mengajukan permohonannya (lainnya pemberian sertifikat tanah). Kalau belum mengajukan permohonan (bagaimana)?,” jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Arie, tidak masalah jika nantinya MRT Jakarta belum memiliki sertifikasi tanah. Bahkan hal tersebut sama sekali tidak akan mengganggu pengoperasiannya pada Maret nanti. “Enggak masalah (tetap bisa beroperasi meskipun belum ada sertifikat tanah),” jelasnya.

Sebagai informasi, MRT Jakarta sendiri ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada 24 hingga 31 Maret 2019. Namun, masyarakat dapat ikut serta dalam uji coba penuh yang dijadwalkan mulai pada 26 Februari 219 mendatang.

Baca juga: Keren Buat Milenial! Apartemen Kekinian Rp360 Jutaan di Royal Tajur

Adapun progres pembangunannya sendiri per 25 Januari 2019 telah mencapai 98,59%. Rinciannya adalah 98,43% jalan layang dan 98,74% jalur underground (bawah tanah). (Okezone.com)