Lahan Apartemen Terkena Proyek Jalan

0
Foto:beritajakarta.com

KonsPro (15/02) JAKARTA – PROYEK  jalan layang non tol Kampungmelayu-Tanahabang yang akan dibangun tahun ini dipastikan membutuhkan lahan tambahan di sepanjang kawasan Karet dan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Bahkan, salah satu bangunan yang akan terkena pembebasan itu adalah lahan milik apartemen Sudirman Park dan pusat perbelanjaan City Walk. Pemprov DKI berharap pemilik lahan merelakan sebagian lahannya tersebut, karena ditujukan untuk pembangunan bagi kepentingan umum.

“Mereka pasti mau memberikannya. Malah harus, karena untuk kepentingan publik. Selain itu, lahan dari bangunan City Walk dan Sudirman Park beserta beberapa bangunan lain di kawasan tersebut merupakan tanah DKI. Jadi mau tidak mau mereka harus menyerahkan tanah tersebut,” ujar Sukri Bey, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Senin (14/2).

Menurutnya, untuk pembebasan lahan itu, pihaknya masih merencanakan sosialisasi kepada pemilik bangunan tersebut. Sebab, tiang-tiang untuk jalan layang non tol ini akan dipasang di kawasan tersebut. Namun, Sukri mengaku belum tahu kapan pembebasan lahan di City Walk dan Sudirman Park dilakukan. “Setahu saya masih dalam proses. Coba tanya saja ke Dinas Pekerjaan Umum,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, menjelaskan, bagian kiri jalan KH Mas Mansyur arah Tanah Abang sudah memiliki empat jalur, namun bagian kanan jalan hanya memiliki dua jalur. Demi kelancaran pembangunan jalan layang non tol, akan dilakukan pelebaran jalan mulai di putaran jembatan Karet hingga sepanjang Jalan KH Mas Mansyur.

Ery memperkirakan pelebaran jalan berikut trotoar sekitar 10 meter. Selain mengenai Sudirman Park dan City Walk, bengkel berukuran 5 x 20 meter di sekitar lokasi juga akan terkena imbas proyek tersebut. Sebab, bangunan ini menjorok ke depan sehingga mempersempit badan jalan. (BerJak)