Komunitas Penghuni Jadi Media Peningkatan Kualitas Pengelolaan Apartemen

0
Menciptakan lingkungan sosial lebih harmonis jauh lebih penting. (Foto: Rifat/KONSPRO)

KONSPRO, JAKARTA – Di tengah meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di tengah kota, apartemen tampil sebagai pilihan yang efektif dan efisien bagi masyarakat perkotaan. Tinggal di apartemen, selain simple dan praktis, yang tak kalah pentingnya adalah kedekatan dengan tempat kerja atau aktivitas bisnis menjadi alasan penting mengapa kaum urban mau tinggal dihunian bersusun.

Menurut Evie S. Koordinator Komunitas Inner City Management (ICM), kendati permintaan agak menurun tahun ini, namun potensi pasar hunian vertikal ini sebenarnya masih cukup besar. Pasalnya, masih banyak penduduk di DKI Jakarta yang sampai saat ini belum memiliki hunian. Adapun jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10 juta jiwa. Oleh karena itu, bila dibandingkan dengan jumlah pasokan yang ada, maka pangsa pasar apartemen masih cukup besar.

Namun pesat pembangunan apartemen di kota-kota besar seperti Jakarta, kata Evie sebaiknya pula diiringi dengan peningkatan kualitas management pengelolaan gedung yang profesional. Bukan hanya pengelolaan fisik gedung, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan sosial lebih harmonis jauh lebih penting. Karena itu badan pengelola tidak hanya dituntut profesional dalam mengelola fisik gedung, tetapi mereka juga harus pandai me-manage dinamika sosial para penghuninya.

Baca juga: Pasar Apartemen Makassar Bergairah, Vida View Tawarkan Smart Choice

“Menciptakan hubungan yang harmonis antara penghuni, pengurus PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun), dan Badan Pengelola, menurut saya jauh lebih penting. Sebab kenyataannya tidak sedikit konflik di apartemen itu dipicu oleh miskomunikasi antar stakeholders apartemen,” kata Evie saat menjadi instruktur acara Komunitas ICM, di Mangga Dua Square, beberapa waktu lalu.

Evie mengatakan, jika komunikasinya dapat terjalin dengan baik, maka dengan partisipasi para penghuni, seluruh program kerja badan pengelola dapat berjalan dengan lancar. Dan salah satu langkah strategis yang dikembangkan oleh ICM (perusahaan jasa property management) adalah mendukung dan memfasilitasi terbentuknya berbagai komunitas di lingkungan apartemen, dengan latar belakang hobi dan kesenangan.

Saat ini,  di seluruh site (lebih dari 40 site hunian dan non hunian) yang dikelola ICM sudah memiliki Komunitas, mulai dari  Komunitas Senam (Osteoporosis, Pilates, Zumba, Zumba Water, Kpop untuk remaja, Tai Chi, Lansia, Kuliner, Merajut, Basket, Pingpong, Bahasa Inggris, serta menyusul Komunitas Karaoke.

Komunitas penghuni, menjadi wadah berbagai kegiatan positif. (Foto: Rifat/KONSPRO)

“Dengan adanya komunitas penghuni, selain menjadi wadah berbagai kegiatan positif, juga sangat membantu badan pengelola dalam menjalankan tugasnya. Komunitas dengan penghuni akan berjalan dengan baik, sehingga jika ada keluhan dari penghuni dapat disampaikan dengan baik, dan saling mengerti. ,” ujar Evie yang juga sebagai personal trainer/instruktur.

Tidak hanya itu, komunitas penghuni ini juga dapat dijadikan alat kontrol terhadap peningkatan kualitas pengelolaan, serta sebagai media untuk mendapatkan calon pengurus PPPSRS yang kredibel dan dapat dipercaya. Karena sebagian besar anggota komunitas saling mengenal sehingga dalam pemilihan pengurus jadi tahu kualitas masing-masing, serta segala keluhan dan masukan yang membangun dapat disalurkan lewat komunitas.

Evie berharap, dalam setiap kegiatan positif dalam komunitas, badan pengelola berupaya merangkul dan melibatkan semua penghuni. Daripada mereka ikut fitnes dan senam di luar lingkungan apartemen, lebih baik mereka bergabung dengan komunitasnya, yang tidak perlu mengeluarkan biaya. Sambil bersosialisasi, juga dapat mempererat hubungan sebagai satu keluarga besar di apartemen masing-masing.

Baca juga: Cukup Bayar Rp102 Juta Apartemen 2 Kamar di Bogor Jadi Milik Anda

“Dalam beberapa momentum hari besar nasional, seperti pada Agustusan, kami mengadakan perlombaan yag diikuti setiap site di bawah pengelalolan ICM. Tujuannya untuk memperluas silaturrahmi antar anggota komunitas-komunitas penghuni kelolaan ICM,” jelasnya.

Banyaknya kegiatan positif komunitas di apartemen-apartemen, menjadi nilai tambah baik bagi para pemilik/penghuni, maupun badan pengelola dalam menciptakan hubungan yang harmonis diantara mereka, sekaligus menjadi apartemen-apartemen di bawah pengelola ICM berbeda dengan pengelola apartemen di luar ICM.  

Penulis: Reza GK