KPR BTN Tidak Jelas

KonsPro (10/09/2016), JAKARTA - PADA bulan November 2014, saya mendapat fasilitas KPR dari Bank BTN Cabang Jakarta Kuningan dengan plafond Rp280.200.000,-. Berselang satu bulan berikutnya, saya menerima copy Perjanjian Kredit antara PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan saya bersama istri.

Saya tidak pernah melalaikan kewajiban saya sampai saat ini. Pada tanggal 19 Agustus 2016, saya mendatangi Bank BTN cabang Jakarta Kuningan. Saya bermaksud melunasi hutang KPR di Bank BTN (di-take over oleh Bank BRI). Pada saat itu, saya dilayani oleh Loan Service Saudara Andreas di Lantai 2, Bank BTN Jakarta Kuningan.

Didapat info angka pelunasan KPR saya sebesar Rp282.132.483,- dengan rincian sebagai berikut, sisa pokok Rp276.472.650,-, pinalti 1% dari sisa pokok Rp2.764.727,- dan bunga berjalan Rp895.106,-. Kenapa saya dikenakan bunga berjalan sebesar Rp2.895.106,-? Padahal pada awal kredit saya sudah dibebankan bunga berjalan dan cicilan pertama.

Pada saat pelunasan kredit KPR saya dikenakan bunga berjalan lagi. Hal ini sudah di pertanyakan akan tetapi pihak Bank BTN tidak bisa memberikan jawaban yang jelas kepada saya. Saya juga menghubungi call centre Bank BTN, menanyakan perihal minta fotokopi sertifikat rumah. Saya dikenakan biaya sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Nilai tidak seberapa, namun biaya penggantian kertas yang terpakai untuk fotokopi sertifikat menurut saya tidak rasional sekali. Petugas call center Bank BTN hanya menjawab, “sudah ketentuan di Bank BTN”. Pada tanggal 1 September 2016, pihak Bank BRI melakukan pelunasan via RTGS ke rekening yang ada di Bank BTN. Pada tanggal 2 September 2016, semua dokumen saya yang asli diterima dengan baik dan saya serahkan kepada Bank BRI.

Sekian banyak dokumen asli yang diserahkan, lalu saya ingat dengan biaya premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran yang dibebankan kepada saya. Saya pun bermaksud mengajukan untuk di refund atau pembatalan sekaliagus pengembalian premi asuransi baik Asuransi Jiwa Kredit maupun Asuransi Kebakaran.

Pada tanggal 6 September 2016 saya mendatangi Bank BTN Jakarta Kuningan Lantai 5 bertemu dengan Ibu Theresia. Namun kembali saya heran dengan rincian perhitungan pengembalian Premi Asuransi Jiwa Kredit dan Asuransi Kebakaran yang dibuat oleh pihak Bank BTN Jakarta Kuningan.

Dulu saya dibebani untuk Premi Asuransi Jiwa Kredit sebesar 8 juta lebih, namun yang ada di sistem mereka hanya sebesar Rp6.612.720,- dan premi Asuransi Kebakaran 4 juta lebih, namun yang ada di sistem Bank BTN hanya sebesar Rp2.634.590,-. Premi asuransi Jiwa kredit yang bisa dikembalikan sebesar Rp4.004.540,- dan untuk Premi Asuransi Kebakaran sebesar Rp1.697.490,-.

Suatu angka yang tidak sesuai menurut saya dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun (jangka waktu kredit KPR saya 25 tahun). Mana angka yang benar dan harus dibebankan kepada saya pada awal realisasi kredit atau Akad Kredit pada tanggal 26 November 2014? Apakah saya di tipu oleh Bank BTN?

Menurut saya, perusahaan keuangan seperti PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memiliki aturan dan ketentuan yang jelas karena bergerak di bidang perbankan. Namun bertolak belakang dengan apa yang saya alami. Kalau hal ini sudah berlangsung lama, berapa banyak nasabah Bank BTN yang dirugikan tanpa bisa mendapatkan hak dan ataupun penjelasan dari pihak Bank BTN.

Refwilson, Jl. Danau Buyan F1 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (kompas.com)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial