Penjualan Kawasan Industri Masih Seret

KonsPro (01/08/2016), JAKARTA - KAWASAN industri di sejumlah daerah masih belum pulih dari tingkat penjualan yang melambat, kata Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto.

"Pasar kawasan industri masih belum pulih dari kinerja penjualan yang melambat yang berdampak kepada tingkat harga lahan industri yang menurun," kata Ferry Salanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kawasan industri di sekitar Jabodetabek yang tingkat harganya menurun hingga rata-rata sekitar delapan persen pada kuartal ini dibandingkan denga kuartal sebelumnya.

Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri (HKI) menilai penunjukan Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian RI menjadi babak baru pengembangan kawasan industri di Tanah Air sehingga menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sebagai seorang politikus sekaligus pengusaha, beliau (Airlangga) sangat mengerti dan paham dunia industri. Oleh karena itu, kawasan industri juga akan makin baik di bawah kepemimpinan Airlangga," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar di Jakarta, Kamis (28/7).

Sanny menjelaskan bahwa perkembangan kawasan industri tidak terlepas dari dorongan HKI melalui berbagai regulasi atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Salah satu regulasi yang mendorong perkembangan kawasan industri adalah adanya kewajiban bagi industri manufaktur baru untuk berlokasi di kawasan industri.

Pembukaan kawasan industri di luar Jawa harus digencarkan karena Jawa sudah tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan akan air dan lahan, kata Direktur Eksekutif Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKII) Fahmi Shahab.

"Jawa sudah 'crowded'. Kini harus beralih ke luar Jawa, seperti di Sumatera yang saat ini menjadi pilihan utama yakni Medan dan Pekanbaru. Ke depan, kota-kota lain harus didorong juga," kata Fahmi Shahab seusai menghadiri Forum Investasi Regional Sumatera di Palembang, Rabu (27/6).

Fahmi mengemukakan, kawasan industri memiliki keunggulan menggaet investor seperti teraturnya tata ruang wilayah, terkendalinya pencemaran lingkungan, ada pemusatan dan efisiensi penyediaan dan pengoperasian sarana/prasarana sehingga secara langsung industri di kawasan industri tidak lagi berurusan dengan izin lingkungan, izin lokasi, tempat usaha, peruntukan dan penjualan tanah.

Sebelumnya, investor asal Tiongkok, China Fortune Land Development (CFLD) menyiapkan investasi sebesar 100 juta dolar AS untuk membidik pengembangan kawasan industri di Indonesia.

"Sekitar 100 juta dolar AS. Kami siap berinvestasi. Kami juga sudah punya kantor di Jakarta dan perwakilan Singapura," kata Presiden CFLD Jerry Zhao usai bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Rabu (19/7).

Jerry menjelaskan, Indonesia menjadi prioritas bagi perusahaan tersebut sehingga perusahaan ingin berkontribusi untuk membangun perekonomian Indonesia melalui pengembangan kawasan industri. (Bisnis.com)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial