JO Ciputra Yasmin Jelaskan Progress Report CPI Kepada Pemprov Sulsel

KonsPro (13/5/2015), MAKASSAR - PROSES pembangunan mega proyek Centre Point of Indonesia (CPI) yang akan menjadi icon  Kota Makassar  terus berjalan sesuai jadwal. Sejumlah pekerjaan konstruksi dan reklamasi (penimbunan laut) telah dan sedang dikerjakan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Yasmin Bumi Asri Dr. Adityawarman M. Kouwagam, SH, MKn.,  kepada sejumlah media, seusai mempresentasikan progress report pengembangan CPI di hadapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), di Makassar, Rabu, (13/5/2015).

Menurut Adityawarman, PT. Yasmin Bumi Asri sebagai pemenang tender investasi pembangunan CPI telah menggandeng Ciputra Group sebagai salah satu Developer Bisnis Property terbesar di Indonesia membentuk JO (Joint Operation atau Kerjasama Operasi) untuk bersama-sama mengembangkan proyek prestisius ini.

Lebih jauh Adityawarman menjelaskan bahwa pihaknya perlu menggandeng Ciputra Group, karena proyek ini berskala besar dengan tantangan yang kompleks. “Kami sepakat bekerja sama untuk melengkapi kekuatan yang dimiliki kedua belah pihak”. Sebagai putra daerah, kami dipercayakan oleh Pemprov Sulsel maupun Pemkot Makassar dalam mewujudkan visi Bapak Gubernur dan Bapak Walikota untuk mengembangkan kawasan CPI. Kepercayaan yang demikian besar tidak akan kami sia-siakan, dan karena kami sadar bahwa proyek ini sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat Sulsel, maka kami perlu bersinergi dengan perusahaan properti terbaik di negeri ini.

PT Yasmin Bumi Asri  menggandeng Ciputra Group, kata dia,  di samping karena memiliki kredibilitas dan integritas teruji, pengembang papan atas ini juga sangat berpengalaman dan telah sukses mengembangkan kota-kota baru di dalam negeri hingga manca negara.

Adityawarman mengatakan,  bahwa pihaknya telah mengantongi izin-izin lengkap dari instansi terkait.

Penanggung Jawab Kawasan CPI Ir. H. Soeprapto Budisantoso, MSc menambahkan bahwa "Penggagas proyek ini adalah Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar, dimana proyek CPI ini merupakan bagian dari Master Plan Kawasan Bisnis Global Terpadu seluas 1.000 hektar”.

“Berdasarkan PKS (Perjanjian Kerjasama) antara Pemprov Sulsel dengan PT Yasmin Bumi Asri, sekitar 50 ha lahan reklamasi tersebut akan diserahkan kepada Pemprov Sulsel dari total keseluruhan pengembangan kawasan CPI seluas 157 ha. Berbagai fasilitas umum seperti Masjid besar, Area terbuka hijau (taman interaktif), Kantor Pemerintahan, Pantai buatan dan lain-lain akan dibangun di atas lahan 50 hektar tersebut,” ungkap Soeprapto.

Selebihnya sekitar 107 hektar, JO Ciputra Yasmin akan mengembangkan Kota Baru yang dinamakan “CitraLand City Losari Makassar” sebagai kawasan modern terintegrasi yang terdiri dari area pemukiman dan area komersial (mall, hotel, apartemen, perkantoran dan lain-lain).

Progress lapangan

Sementara itu, Associate Director Ciputra Group Sinyo Pelealu yang juga hadir dalam acara itu menyebutkan, bahwa pada hari ini JO Ciputra Yasmin diminta oleh Pemprov Sulsel untuk menjelaskan progress  lapangan pengembangan proyek CPI.

“Kami sampaikan bahwa kami telah dan sementara melakukan kegiatan reklamasi darat atau “Onshore reclamation” pada areal yang tidak memerlukan teknologi tinggi, untuk membangun kantor pengelola di lokasi CPI dalam waktu dekat agar seluruh tim Ciputra Yasmin bisa lebih fokus bekerja keras dalam mengembangkan proyek ini.” jelas Sinyo.

Untuk kegiatan reklamasi dari arah laut atau biasa disebut “Offshore reclamation”, imbuh Sinyo,  pihaknya saat ini sedang melaksanakan proses tender yang diikuti oleh 6 (enam) perusahaan reklamasi terbaik di dunia, masing-masing 2 (dua) perusahaan dari Belanda yaitu Van Oord dan Boskalis International, 2 (dua) perusahaan dari Belgia yaitu Jan De Nul dan Dredging International, 2 (dua) perusahaan dari China yakni China Harbour dan Hai Yin, serta 1 (satu) perusahaan dalam negeri dengan reputasi internasional yaitu PT Pembangunan Perumahan yang saat ini merupakan kontraktor utama proyek pembangunan Terminal Peti Kemas Kali Baru Tanjung Priok di Jakarta.

Sinyo juga menjelaskan, bahwa dalam melakukan pekerjaan desain reklamasi tersebut, pihaknya tidak main-main dan menggunakan jasa sekaligus 2 (dua) Konsultan reklamasi bertaraf internasional yaitu Witteveen+Bos dan Royal Haskoning DHV dari negeri Belanda.

Dalam melakukan pekerjaan reklamasi ini, kami mengutamakan kualitas pengembangan yang maksimal serta tingkat keamanan yang tinggi. Itulah sebabnya dalam mempersiapkan tender pekerjaan reklamasi ‘offshore’ yang membutuhkan teknologi tinggi dan peralatan khusus, kami telah melakukan berbagai study di lingkungan CPI, antara lain pemasangan Wave Modelling, Wave Meter instrument, soil investigation, bathymetric survey, berbagai study lainnya, dengan tetap memperhatikan study Amdal yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi Sulsel beberapa waktu sebelumnya. “Itu semua membutuhkan waktu cukup lama dan tidak mudah, sehingga kami harus kerjakan semuanya secara hati-hati dan sangat detail,” tegasnya.

Multiplier effect

Menurut Sinyo, keberadaan proyek ini akan memberikan multiplier effect  terhadap wilayah Sulsel, terutama bagi Kota Makassar dan sekitarnya. Proyek yang akan menelan dana triliunan Rupiah ini akan menambah perputaran uang di Sulsel, dan selanjutnya akan membawa dampak ekonomi yang sangat besar di wilayah ini.

“Berbagai usaha di sektor riil akan tumbuh dan berkembang setelah proyek ini mulai memasuki tahap pembangunan infrastruktur dan area komersial. Proyek CPI ini juga akan menjadi salah satu katalisator, sekaligus lokomotif bagi pertumbuhan perekonomian Sulsel. Yang jelas pasti akan menyerap ribuan tenaga kerja, menggairahkan sektor lain seperti industri barang dan jasa yang terkait dengan pembangunan hotel, mal, restoran, serta industri pariwisata, dan lain sebagainya,” kata Sinyo.

Sinyo bersyukur, bahwa Pemprov Sulsel merespons dengan positif atas persiapan besar pekerjaan reklamasi offshore yang akan segera dimulai dalam waktu dekat, serta perkembangan di lapangan sejauh ini, dan menyatakan kepuasannya. “Pemprov memberi arahan kepada kami untuk mengerjakan proyek ini dengan baik dan selalu mengikuti regulasi yang ada. Demikian pula Pemkot Makassar serta para pemangku kepentingan lainnya di Sulsel, juga sangat mendukung dan komit terhadap proyek CPI ini. Kita semua sepakat bahwa pengembangan CPI kelak akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan wilayah Sulsel ke depan,” kata Sinyo dengan nada optimis. (Erlan Kallo)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial