Kebutuhan Children Playground di Lahan Terbatas Apartemen

KonsPro (06/08/2016) - Pada kawasan apartemen yang memiliki lahan  luas, penyediaan area bermain anak, atau lebih dikenal dengan children playground tidak menjadi masalah. Sedari awal, developer dapat leluasa menyediakan lahan khusus untuk itu. Didesain menarik dan dijadikan sebagai salah satu daya tarik atau nilai jual dari apartemen tersebut.

Lantas bagaimana dengan kawasan apartemen yang punya lahan terbatas, dimana children playground tidak dibuat khusus? Biasanya dibangun menyatu dengan taman sebagai ruang terbuka hijau, dan jamaknya dapat dipakai tempat bersantai, sekaligus  area bermain anak-anak penghuni apartemen.

 

Tetapi ketika apartemen tersebut telah beroperasi beberapa tahun, dan tingkat huniannya (okupansi) mulai tinggi, dimana sebagian penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki anak balita (bawah lima tahun), maka kebutuhan akan area bermain bagi anak-anak tersebut menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

 

Nah, di sinilah kreativitas  badan pengelola dibutuhkan. Meng-create  area bermain anak (children playground) di lahan terbatas, dimana pada saat dibangun, memang fasilitas ini belum disediakan, kalau pun ada itu tidak mencukupi kebutuhan yang ada.

Dalam kondisi seperti ini, idealnya pengelola gedung dapat memaksi-malkan fungsi ruang-ruang terbuka, yang merupakan fasilitas umum (bersama) yang sudah ada. Dalam upaya maksimalisasi itu, sebaiknya tidak menghilangkan fungsi-fungsi yang sudah ada, contohnya taman.

Di apartemen yang tingkat huniannya tinggi, kebutuhan akan area bermain anak yang aman dan nyaman juga tinggi. Sayangnya, di beberapa apartemen, pengadaan fasilitas children playground itu hanya sebagai pelengkap saja. Hal ini dapat dimaklumi, karena kebanyakan apartemen yang lokasinya di tengah kota, dibangun di atas lahan yang sangat terbatas. Sehingga sulit mengakomodasi adanya taman bermain anak yang luas dan khusus

Menurut Irma, umumnya apartemen yang punya lahan terbatas, area bermain anak itu menyatu dengan taman (ruang terbuka hijau) yang hanya diberikan ayunan dan fasilitas bermain seadanya. Sehingga ketika penghuni mulai banyak, maka area khusus bermain untuk anak ini menjadi urgent pengadaannya.

Kalau ini tidak kita akomodasi, maka kenyamanan penghunian di apartemen tersebut akan berkurang. Lebih jauh, anak-anak akan bermain di area-area yang sebetulnya tidak diperbolehkan, karena dapat mengganggu kenyamanan penghuni lain, misalnya mereka berlarian dan berteriak-teriak di ruang lobi.

Mengenai maksimalisasi fungsi area bermain anak pada lahan terbatas, dia mengatakan, hal itu sudah dilakukan site apartemen yang dikelolanya, MGR 1, Jakarta Barat.  Apartemen tersebut dibangun 4 tower (Azalea, Bougenville, Catelya dan Dahlia), memiliki dua area children playground yang total luasnya sekitar 38 m2. Awal diserahterimakan itu berupa taman, kemudian oleh badan pengelola MGR 1 sebagian lahannya dibuat menjadi children playground yang cantik, nyaman, dan aman bagi anak-anak.

Yang tinggal di sini lebih banyak family, karena itu banyak anak-anak kecil (balita). Sehingga kebutuhan area bermain itu lumayan besar. Karena itu, kami usulkan kepada pengurus PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) untuk membuat area bermain anak yang lebih baik dengan menambah beberapa permainan.

Sebelumnya  area bermain ini menggunakan pasir, tapi lama kelamaan membuat saluran mampet (sedimentasi) dan kotor. Di situ juga sering menjadi tempat kucing buang kotoran, sehingga anak-anak enggan  mau bermain. Apalagi kalau basah, ketika anak-anak bermain, pasirnya naik ke atas membuat area pedestrian sampai lobi menjadi kotor.

Akhirnya badan pengelola putuskan mengganti dengan rumput sintetis. Hasilnya kelihatan bersih dan hijau, dan mengarahkan ke permainan yang multifungsi. Setelah itu, peruba-han positifnya banyak. Sekarang setiap sore  banyak anak-anak yang bermain di situ, juga menjadi tempat bersosialisasi orang tua penghuni apartemen.

Apalagi setelah ditambahkan permainan jungkat-jungkit, sebelumnya sudah ada perosotan, rumah-rumahan, dan ayunan. Semua ini, membuat anak-anak senang. Bisa bermain sambil berolahraga. Respon orang tua bagus, anak-anak semakin ramai bermain, terutama di sore hari. Berba-gai perubahan ini tidak banyak mema-kan dan merubah fungsi lahan. Area bermain berada dekat di lantai ground Tower Dahlia dan Azalea.

Indoor children playground

Dalam perkembangannya, ternyata kebutuhan children playground makin meluas, tidak hanya di area outdoor, tetapi juga dalam ruangan (indoor), terutama ketika sedang musim hujan atau cuaca buruk. Dalam situasi seperti itu, anak-anak lebih banyak bermain di unit masing-masing. Namun kalau bosan, mereka  ber-main di ruang-ruang lobi apartemen.

Saat hujan, anak-anak hanya bisa bermain di dalam unit. Mereka tidak bisa ke mana-mana lagi. Apalagi yang orang tuanya sibuk. Mereka pulang ke apartemen sampai malam. Sementara mereka khawatir anaknya main keluar tower. Kadang ada anak pulang sekolah harus menunggu ibunya, karena unitnya dikunci. Mereka banyak lari-lari di ruang lobi.

Inilah kemudian memunculkan ide perlunya diadakan indoor children playground di apartemen, agar lobi tidak dijadikan area bermain. Selain bukan pada tempatnya dan mengganggu kenyamanan aktivitas penghuni di lobi, juga bagi anak-anak itu tidak aman.

Namun merealisasikan ide ini tidak mudah, karena rata-rata apartemen tidak menyediakan ruang seperti itu. Di sinilah tantangan badan pengelola untuk menyediakan, terutama untuk anak-anak balita. Selama ini, sangat sedikit, bahkan mungkin belum ada Indoor children playground di apartemen.

Minimal meja dan bangku-bangku diberi matras tebal, serta permainan berukuran kecil. Di situ anak-anak bisa melakukan aktivitas menggambar dan mewarnai bersama dengan teman-temannya, main boneka, atau mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dari sekolah. Tempatnya yang bagus di lantai dasar, dekat lobi.  Daerah harus tersendiri, jangan di lantai tinggi, sebab berbahaya,” kata Irma menjelaskan idenya.

Ini dilakukan, imbuhnya, agar anak tidak bosan, dan tidak terus berada di dalam unit yang membuat anak tidak berkembang. Ruangannya harus terbuka, sehingga mudah mengawasi. Juga harus ada akses keluar langsung. Ini hanya bisa dilakukan di apartemen yang memiliki ruang lobi yang luas saja. Ke depan, usul Irma, sebaiknya ketika akan membangun apartemen, developer juga memikirkan hal ini. (Penulis: Utami Apartment Manager Mediterania Garden Residences 1 (MRG 1), Jakarta Barat).


Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial