Kementerian ATR/BPN Serahkan 226 Sertipikat Tanah Hasil PTSL

0
Dok. Atrbpn.go.is

KONSPRO, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serahkan 226 sertipikat tanah hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Kelurahan Pejagalan, Selasa (22/1). Sertipikat tanah langsung diserahkan Sofyan A. Djalil, Menteri ATR/Kepala BPN kepada sepuluh orang perwakilan masyarakat Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Saya ucapkan selamat bagi warga yang sudah menerima sertipikat tanah, diharapkan tahun ini seluruh tanah di Jakarta akan selesai disertipikatkan, kecuali bagi tanah yang masih sengketa, maka selesaikan terlebih dahulu sengketanya, atau yang masih bermasalah maka belum bisa diterbitkan,” ujar Sofyan A. Djalil setelah menyerahkan sertipikat tanah di acara Penyuluhan PTSL di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2019.

Baca juga: Kepala BPN Himbau Masyarakat Segera Mengurus Sertipikat

Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta terus lakukan upaya percepatan PTSL guna memberikan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan dibukanya basecamp PTSL di 13 titik di wilayah Jakarta.

“Upaya ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat Jakarta yang sibuk pada siang hari dan hanya bisa mengurusnya di malam hari, jadi basecamp akan dibuka selama 24 jam. Sekarang tinggal masyarakatnya yang berkewajiban memasang tanda batas/patok dan menyiapkan surat-surat demi kelancaran mendaftarkan tanah,” ujar Jaya Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta.

Jaya menambahkan total bidang tanah di Provinsi DKI Jakarta yang belum terdaftarkan ada sekitar 243.000 bidang. Dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui APBN dan APBD, diharapkan Jakarta menjadi kota lengkap tahun 2019.

Baca juga: Tuntutan Atas Perbedaan Luas Tanah di AJB dan Sertipikat

Menilik kondisi di Jakarta saat ini, banyak masyarakat punya surat atau sertipikat tanah tapi sebenarnya tidak punya tanah, hal itu disebabkan karena tanah kosong yang tidak dirawat dan dijaga sehingga diakui oleh banyak pihak. “Untuk itu, kepada warga Jakarta tolong tanahnya dijaga dan diamankan, terutama tanah yang masih kosong, untuk dipagar atau diberi patok,” ujar Asnaedi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.

Sofyan A. Djalil juga mengingatkan hal senada kepada seluruh masyarakat yang sudah punya sertipikat untuk dijaga baik-baik. “Jangan sampai sertipikat ini hilang karena dilelang tanahnya, karena sertipikat bisa diturunkan ke ahli waris dan juga bisa menjadi jaminan pinjaman ke bank yang gunanya bisa memberikan manfaat untuk permodalan usaha,” ujarnya.

Editor: Reza GK