Kemenpera Siap Bantu Rumah Swadaya Untuk Korban Bencana di Sulteng

0
Dok. Kemenpera

KonsPro (6/9), PALU – KEMENTERIAN Perumahan Rakyat (Kemenpera) siap membantu para korban bencana gempa bumi dan banjir bandang di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Bantuan yang akan diberikan antara lain pembangunan rumah swadaya untuk masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan sedang maupun rusak berat akibat bencana alam tersebut.

Asdep Perencanaan Perumahan Swadaya Kemenpera, Dr. Ir. Eko D Heripoerwanto, MCP menyatakan, Kemenpera melalui Deputi Perumahan Swadaya dan Deputi Pengembangan Kawasan saat ini sudah melakukan survey lapangan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terkena bencana alam tersebut. Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Dinas PU Provinsi dan Kabupaten / Kota terkait pendataan jumlah rumah yang akan di bantu juga terus dilakukan.

“Kami sudah melakukan survey lapangan dan kondisinya memang cukup memprihatinkan. Banyak sekali rumah masyarakat yang rusak akibat bencana alam tersebut,” ujarnya usai melakukan survey lapangan ke lokasi bencana di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/9).

Eko Heri menjelaskan, Kemenpera juga tengah menunggu hasil pendataan yang dilakukan oleh Pemda setempat. Dari hasil pendataan tersebut nantinya akan diketahui berapa rumah yang mengalami kerusakan baik rusak berat maupun rusak sedang dan ringan yang perlu mendapat bantuan.

Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera nantinya akan memberikan bantuan uang jumlahnya sekitar Rp 6 juta untuk rumah yang rusak sedang dan Rp 11 juta untuk rumah rusak berat. Selain itu, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan juga akan membantu pembangunan MCK komunal di daerah tersebut.

Pemda diharapkan bisa membantu perbaikan rumah yang rusak ringan. “Kami harap Pemda bisa ikut berpartisipasi dalam proses pelaksanaan dan pengawasan pengerjaan di lapangan,” katanya.

Berdasarkan hasil survey lapangan ke Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, imbuh Eko Heri, korban gempa di daerah Lindu Kabupaten Sigi banyak yang masih tinggal di tenda-tenda di luar rumah. Mereka kebanyakan masih trauma karena masih banyak gempa susulan yang sering terjadi. Sedangkan di Parigi Moutong yang terkena bencana banjir bandang sebagian besar rumah rusak dan hilang akibat air bah yang menerjang desa tersebut.

Untuk meringankan masyarakat dalam penyediaan material bahan bangunan, dirinya juga meminta Pemda untuk dapat memanfaatkan kayo gelondongan yang terbawa aliran air sungai untuk menjadi bahan baku rumah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas PU Provinsi Sulteng Ir. Dirwan menuturkan, Pemda saat ini sedang fokus pada proses tanggap darurat penyelamatan jiwa para korban bencana. Pihaknya juga bekerjasama dengan anggota TNI, BPBD Sulteng dan masyarakat

Menurut Dirwan, daerah yang paling parah terkena bencana adalah Desa Anca dan Tomado yang berada di kecamatan Lindu, Sigi. Pihaknya berharap adanya bantuan rumah swadaya dapat meringankan beban masyarakat yang terkena bencana.

“Kami akan berusaha agar pohon dan kayu yang terseret banjir kemarin bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah. Setidaknya satu rumah membutuhkan sekitar dua meter kubik kayu untuk proses pembangunan,” terangnya. (Ristyan)