Kemenpera Bantu Program Sertifikasi Tanah di 16 Provinsi

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (25/5) JAKARTA – KEMENTERIAN  Perumahan Rakyat (Kemenpera) memberikan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program bantuan sertifikasi tanah di 16 Provinsi di seluruh Indonesia. Kemenpera menargetkan bantuan sebanyak 30.000 sertifikasi tanah milik masyarakat selama kurun waktu empat tahun mendatang.

Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengungkapkan, Kemenpera berharap Pemda bisa ikut membantu pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan perumahan bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan cara memberi kemudahan ijin serta sertifikasi tanah masyarakat.

“Kemenpera memiliki program bantuan sertifikasi tanah dengan bekerjasama dengan BPN. Saat ini kami telah membantu sertifikasi tanah masyarakat di 16 Provinsi di seluruh Indonesia,” ujar Jamil Anshari kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Jamil Anshari menerangkan, program bantuan sertifikasi yang dilakukan di 16 Provinsi tersebut tersebar di 57 Kabupaten/ Kota. Saat ini Kemenpera telah menyerahkan proses sertifikasi tanah itu kepada BPN untuk di proses lebih lanjut. Dirinya berharap pada akhir tahun ini bisa diterbitkan sekitar 7.500 sertifikat tanah yang nantinya akan diserahkan kepada MBR.

Jamil Anshari menambahkan, adanya sertifikat tanah itu setidaknya dapat memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat. Manfaat tersebut antara lain tersedianya jaminan kepastian hukum bermukim bagi masyarakat. “Selain itu sertifikat tanah juga dapat digunakan untuk KPR maupun penyediaan pembiayaan pembangunan rumah,” imbuhnya.

Program bantuan sertifikasi dibagi menjadi lima wilayah di Indonesia. Wilayah I meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Barat. Wilayah II, Provinsi Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Wilayah III Provinsi Banten, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Wilayah IV Provinsi Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Wilayah V Provinsi Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur. (Ristyan)