Jokowi Kaji Bangun Istana Presiden di Papua Pakai APBN 2020

0

KONSPRO, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bakal segera mengkaji peluang membangun Istana Kepresidenan di Papua sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencana ini berpotensi dibiayai menggunakan anggaran negara tahun depan.

Kajian pembangunan istana yang dimaksud tak hanya terkait penentuan kawasan, tetapi juga kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Menteri PPN sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan wacana pembangunan Istana Kepresidenan di Papua sejatinya sudah disampaikan oleh Jokowi. Namun, Kepala Negara turut memberi waktu kepada para pembantunya untuk bisa mengkaji kemungkinan pembangunan istana tersebut.

“Nanti anggarannya bisa disiapkan untuk 2020. Kalau bangun istana, nanti ya dibangun saja, tak masalah. Tapi ya, nanti kami kaji dulu,” ungkap Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9).

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal membangun Istana Kepresidenan di Papua. Kendati demikian, pembangunan dinilai tidak mudah karena pemerintah harus melihat kecukupan APBN hingga ketersediaan lahan untuk pembangunan itu.

“Istana, ini kan yang sulit tanahnya. Ini tanahnya tadi disediakan 10 hektar, gratis. Benar sudah ada? Nanti kalau disampaikan hari ini, de facto sudah diserahkan, saya diskusi dulu dengan para menteri,” ujar Jokowi kala merespons tuntutan tokoh Papua

Tuntutan tokoh Papua terkait pembangunan Istana Kepresidenan di Papua disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo. Ia menyampaikan tuntutan pembangunan istana bertujuan agar presiden juga berkantor di Papua, sehingga tidak hanya berkunjung ke provinsi paling timur di Indonesia itu

Bahkan, kata Abisai, dirinya akan memberikan secara gratis lahan 10 hektare untuk pembangunan Istana Kepresidenan.

“Terakhir, membangun Istana Presiden di Papua di Kota Jayapura. Saya berkenan dengan pesan almarhum Sukarno. Maka saya menyumbangkan lahan 10 hektar untuk dibangun Istana Kepresidenan RI. Sehingga perjalanan ke Papua, berubah dari berkunjung menjadi berkantor,” ujar Abisai.

ccnindonesia.com