Jokowi Akan Fungsikan Mal UKM

0
Dok. beritajakarta.com

KonsPro (4/12), JAKARTA – GEDUNG  Mal UKM di kawasan Kebonkacang, Tanahabang, Jakarta Pusat saat ini kondisinya memprihatinkan. Bangunan gedung megah berlantai enam itu tampak seperti tak terurus. Bahkan, aliran listrik maupun air di gedung itu sudah tidak berfungsi lagi. Alhasil, kondisi ini pun membuat para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang sebelumnya berjualan di gedung itu berbondong-bondong meninggalkannya. Hal ini juga membuat prihatin Gubernur DKI Jakarta, Jokowi saat mengunjungi Mal UKM, Senin (3/12) sore. Karenanya, ia pun berjanji segera memfungsikan kembali bangunan megah tersebut untuk menggairahkan sektor UKM di ibu kota.

Dikatakan Jokowi, Mal UKM sebetulnya terletak di kawasan strategis dan memiliki fasilitas yang cukup. Sayangnya, karena kurang perawatan, gedung ini menjadi rusak dan tidak terawat. “Kenapa bisa kosong, saya belum tahu. Lha wong saya datang sudah kosong kok. Ini hanya masalah bagaimana mempromosikannya saja. Bagaimana meramaikan tempat ini dan membawa orang untuk berbelanja di sini. Kalau perlu tamu-tamu hotel dijemput dan dibawa ke sini,” ujar Jokowi saat meninjau Mal UKM, di Kebonkacang, Tanahabang, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Ia berharap, Mal UKM dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pengembangan produk UKM. Tidak menutup kemungkinan, Jokowi pun berencana memindahkan sejumlah PKL ke Mal UKM tersebut.

Pihaknya, kata Jokowi, berjanji akan meramaikan Mal UKM mulai tahun 2013. Hanya saja, ia meminta gedung tersebut ditata ulang terlebih dahulu. Dirinya menjamin, tempat itu nantinya akan dikunjungi banyak orang. Untuk meramaikannya, ia akan menyerahkan pada pihak ketiga. Namun jika tidak ada pihak yang menyanggupinya, dirinya akan menggunakan caranya sendiri.

Nantinya, kata Jokowi, para pelaku UKM yang akan memanfaatkan gedung tersebut, cukup dikenai retribusi Rp 5.000 – 15 ribu per hari, sehingga mereka tidak akan terbebani menggunakan gedung tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Ratnaningsih mengatakan, Mal UKM sudah ditinggal para pelaku UKM sejak dua tahun lalu. Karena sepi dan tak ada kegiatan, seluruh fasilitas termasuk air dan listrik untuk sementara dimatikan untuk penghematan anggaran. “Bagaimana dengan gedung ini ke depannya, kami masih menunggu arahan pak gubernur,” katanya.

Tahun depan, kata Ratnaningsih, pihaknya akan memperbaiki sejumlah bagian gedung yang rusak. Namun, besaran anggaran yang diperlukan belum bisa diketahui karena kerusakannya pun belum diinventarisir. (Berita Jakarta)