Jalan Layang Antasari-Blok M Hampir Rampung

0
Dok. beritajakarta.com

KonsPro (28/7) JAKARTA – PROYEK  pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari-Blok M yang telah dikerjakan sejak tahun lalu, kini telah hampir rampung. Saat ini pembangunan telah berjalan 90 persen, karena dari lima paket pembangunan JLNT yang dikerjakan, hanya tersisa satu paket yang belum tersambung.

“Sebanyak empat paket kini sudah rampung proses penyambungannya. Paket Lapangan Mabak, Prapanca, dan Brawijaya sudah selesai tersambung beberapa waktu lalu. Sementara paket Cipeteutara (Ciput) yang dikerjakan PT Yasa Patria Perkasa, juga sudah tersambung sempurna tadi malam,” kata Ery Basworo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Jumat (27/7).

Menurutnya, paket Cipeteutara sepanjang 805 meter dengan menggunakan Segmented Box Girder (SBG) atau penampang jalan sebanyak 602 buah sudah terpasang semua.

Ia menjelaskan, paket yang belum tersambung saat ini adalah paket Pasar Cipete. Sebab, di lokasi masih tersisa dua bidang tanah yang belum dibebaskan karena pemiliknya masih belum setuju. ”Ada pembebasan tanah yang belum selesai, sehingga pekerjaan belum bisa diteruskan, lokasi tepatnya berada di depan Pasar Inpres Cipete,” ujarnya.

Dikatakan Ery, dari total luas tanah 200 meter yang perlu dibebaskan, tersisa dua bidang lagi. Sedangkan delapan bidang tanah sudah setuju untuk dibebaskan. ”Lokasi itu adalah ujung ramp atau tanjakan dan turunan bagi kendaraan yang hendak masuk atau keluar JLNT,” paparnya.

Manajer Proyek PT Yasa Patria Perkasa, Hariyo Agung Nugroho menambahkan, walaupun empat paket proyek sudah tersambung, namun pada bagian atas JLNT masih ada beberapa hal yang mesti dikerjakan, yaitu antara lain pemasangan parapet atau tembok tepian JLNT, serta pengaspalan jalan. “Untuk paket Cipeteutara sudah tersambung dengan beberapa paket yang lain dan telah mencapai 95,5 persen,” ujarnya.

Dalam kontrak awal dengan Dinas PU DKI, katanya, pembangunan direncanakan selesai dalam waktu 21 bulan. Namun, karena ada kekurangan anggaran, sehingga diperpanjang hingga November. Bahkan, saat ini meski bulan Ramadhan pembangunan JLNT tetap dilakukan dengan normal.

Agung menyebutkan, JLNT Antasari-Blok M terdiri dari lima paket, yakni Pasar Cipete sepanjang 1.170 meter, Cipeteutara sepanjang 805 meter, Taman Brawijaya 800 meter, Prapanca 628 meter, dan lapangan Mabak sepanjang 1.391 meter. Total tiang atau kolom sepanjang JLNT sebanyak 108 pier, dengan total panjang 5.110 meter. Sedangkan SBG yang digunakan sebanyak 2.673 buah. ”Sistem SGB dari segi estetika lebih bagus daripada sistem palang-palang beton, sedangkan kekuatan dan daya tahannya sama,” tandasnya. (BerJak)