Investor Tertarik Kelola Lahan Terlantar di Pandeglang

0
Ilustrasi: 4.bp.blogspot.com

KonsPro (25/02) PANDEGLANG – PT Menara Bio Soil, investor nasional, tertarik untuk mengelola lahan terlantar yang ada di Kabupaten Pandeglang, Banten. “Di Pandeglang cukup banyak lahan terlantar, dan kita sangat tertarik untuk mengelola lahan tersebut,” kata Direktur PT Menara Bio Soil Bambang Sutrisno di Pandeglang, Kamis (24/02).

Menurut dia, lahan terlantar itu akan dijadikan areal pertanian, dan untuk investasi tersebut telah disediakan modal sebesar Rp25 miliar. Lahan terlantar itu, kata dia, sangat potensial dijadikan areal pertanian, yang nantinya akan memberikan pemasukan pada daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari sekitar 47 ribu haktare lahan terlantar yang ada di Kabupaten Pandeglang, di antaranya berlokasi di Kecamatan Cikeusik, Cibaliung dan Cibitung. “Di tiga kecamatan itu kami lihat masih banyak lahan tidur, namun untuk dijadikan areal pertanian masih dihadapkan pada kendala kesulitan air,” katanya.

Karena itu, ia mengaku, masih mencari lahan tidur di lokasi lain yang dekat dengan air. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Pandeglang Tri Waskito meminta pihak investor memikirkan secara matang keinginan untuk usaha pertanian di eks lahan terlantar itu.

“Irigasi yang ada di Pandeglang, sebagian besar bangunan lama dan telah rusak, karena itu kita harapkan agar perusahaan melakukan kajian secara matang untuk membuka areal pertanian di eks lahan terlantar itu,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kata dia, sangat mendukung investasi, namun juga tidak ingin investor yang menanamkan modalnya mengalami kerugian.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pandeglang Teungku Abdurahman, mengaku sangat mendukung keinginan PT Menara Bio Soil untuk mengelola lahan terlantar itu.

“Kita sangat mendukung dan siap membantu. Setelah lahan terlantar itu dikelola diharapkan bisa menambah pemasukan pada pendapatan asli daerah (PAD),” kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu. (Ant.)