Investasi Sektor Properti Berpotensi Naik 20%

0
Foto: miamism.com

KonsPro (13/3) JAKARTA – WALAUPUN  saat ini iklim investasi dunia berada di posisi ‘hati-hati’, namun aktifitas investasi properti diprediksi meningkat di semester kedua untuk memberikan hasil yang kuat di akhir tahun 2012 dengan potensi kenaikan sebesar 20%. Hal ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan, permintaan sewa dan terpenuhinya minat investasi.

Executive Director, Investment, Cushman & Wakefield, Indonesia Handa Sulaiman mengatakan fokus terhadap investasi makin tinggi di Indonesia, apakah itu dalam bentuk ekspansi atau investasi baru dari investor asing maupun domestik. “Kami mempredikasi bahwa perkantoran, hotel dan industri merupakan 3 sektor properti utama yang akan terus berkembang di tahun 2012,” ujarnya melalui publikasi riset terakhir dari Cushman & Wakefield, International Investment Atlas 2012, akhir pekan lalu.

Handa mengutarakan pertumbuhan ekonomi yang kuat juga mendorong tingkat permintaan yang sehat untuk apartemen sewa maupun jual. “Tren ini yang menyebabkan kenaikan harga tanah yang substansial di Jakarta dan daerah residensial favorit di kota-kota besar,” lanjutnya.

Sedangkan, Global President & CEO of Cushman & Wakefield Glenn Rufrano mengatakan, dengan menguatnya perekonomian, khususnya di pasar perbankan dan obligasi internasional,  kecenderungan untuk lebih berani mengambil resiko akan meningkat di semester kedua tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik adalah kunci utama dari pemulihan, tetapi titik yang paling penting dari  pemulihan itu sendiri adalah adanya kepercayaan yang tinggi atas pertumbuhan daripada pertumbuhan itu sendiri’ kata Kepala Capital Market Global, Cushman & Wakefield Greg Vorwaller.

Ruang Kantor

Menurut Vorwaller, potensi pertumbuhan dan perubahan permintaan ruang kantor dari penghuni gedung merupakan area yang dinamis di pasar, dimana para penyewa akan mencari ruangan yang  dapat memenuhi kebutuhan tujuan bisnisnya daripada sekedar hanya untuk menyediakan ruang kerja bagi karyawannya.

“Terdapat kesempatan-kesempatan investasi regional, dimana para investor mencari keamanan dan likuiditas, kota-kota pintu gerbang di dunia akan sangat diminati dan mendapatkan permintaan yang tinggi,” terangnya.

Di sektor ritel, Cushman & Wakefield memprediksi akan adanya minat yang berkelanjutan di seluruh negara Cina dan kota-kota pintu gerbang lainnya seperti Singapura dan Hongkong tetapi pertumbuhan kapital juga akan terjadi di Seoul dengan munculnya pusat-pusat perbelanjaan modern yang sangat kurang pasokannya selama ini.

Kepala Capital Markets, Asia Pacific, Cushman & Wakefield John Stinson mengatakan enam bulan pertama 2012 akan terus mengikuti tren tahun lalu yang kembali ke produk inti di pasar area pintu gerbang. Kondisi pasar lokal yang kuat, kesempatan-kesempatan  yang baik dan sentimen investor  yang positif akan terlihat di India dengan meningkatnya investor asing di sektor residensial dan perkantoran di Bangalore dan daerah metropilitan di Delhi.

Di Cina, komunitas investor global saat ini melihat potensi pasar didalam pasar, dimana kota-kota kunci seperti Shanghai dan Beijing  memiliki eksposure tinggi di area perkantoran.  Dengan adanya tingkat perputaran transaksi yang tinggi, hal ini merupakan dasar fundamental yang sangat baik untuk investasi di sektor pusat perbelanjaan tingkat menengah dan atas di kota tingkat I dan tingkat II yang kuat seperti Chengdu.

Kepala Riset negara bagian Eropa, Cushman & Wakefield David Hutchings mengatakan, para investor juga akan mencari kesempatan yang lebih banyak tahun ini, beberapa akan berani mengambil resiko lebih besar, sebagian lagi akan mengevaluasi seberapa besar resiko yang berani mereka hadapi.

“Pada kenyataannya satu target baru mulai muncul dimana para investor mulai mencari kesempatan diluar negara atau regionalnya dimana pasar akan memperlihatkan resiko dan potensi pertumbuhan yang sebenarnya,” ujarnya.

Tahun lalu Asia mengalami 42% kenaikan di investasi Industri dan 26% kenaikan investasi di sektor ritel, dan tidak ada perubahan yang berarti di perkantoran dan perhotelan. Kecenderungan ini akan terus berlanjut di 2012 dengan fokus di Negara Jepang, Hongkong dan Singapura untuk sektor industri, terutama bidang logistik. (Neraca)