Industri konstruksi waspadai kenaikan harga baja

0
0
Foto: Kontan.co.id

KonsPro (08/02) JAKARTA: PELAKU industri jasa konstruksi mewaspadai kenaikan harga baja menyusul potensi peningkatan harga komoditas tersebut dalam jangka panjang akibat melonjaknya harga minya dunia yang menembus US$103,37 per barel.

Asosiasi industri baja mengestimasikan jika tren kenaikan harga minyak berlangsung cukup lama, dapat dipastikan akan mempengaruhi harga energi primer lainnya, seperti gas dan batu bara yang dibutuhkan industri baja, sehingga harga baja secara otomatis akan naik. Pada kondisi saat ini, kenaikan harga baja bisa mencapai 12%.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia itu dapat mendongkrak harga komponen penentu harga baja dalam beberapa waktu ke depan.

Dia menjelaskan pihaknya kini tengah menghitung besaran kenaikan harga baja tersebut serta dampaknya terhadap peningkatan nilai kontrak, yang masuk dalam komponen penawaran keikutseertaan tender proyek pemerintah yang akan datang.

“Kami masih menghitung seberapa besar dampak kenaikan harga minyak tersebut terhadap peningkatan harga baja, sehingga bisa disesuaikan dalam penghitungan nilai penawaran proyek,” katanya kepada Bisnis, hari ini.

Soeharsojo menuturkan, penghitungan nilai proyek tersebut tentunya didasarkan pada penggunaan baja dalam  komponen bangunan pada masing-masing proyek yang tidak sama antara jalan, jembatan dan bangunan gedung.

Dia menuturkan komponen baja bisanya lebih banyak digunakan pada konstruksi bangunan gedung bertingkat yang  atap dan rangka betonnya menggunakan baja, selain itu juga dalam pembangunan jembatan yang konstruksinya diperkuat dengan baja.

“Untuk bangunan gedung bertingkat, tentu akan menyerap komponen baja lebih banyak dibandingkan dengan proyek jalan, demikian juga dengan konstruksi pembangunan jembatan,” ujarnya. (bisnis.com)