Harga Sewa Perkantoran Naik

0
Foto: unik.supericsun.com

KonsPro (30/4) JAKARTA – PROPERTI perkantoran mengalami pertumbuhan lumayan bagus hingga Maret 2011. Per luasan area dan mun culnya bangunan baru di kawasan elite Jakarta, yakni Sudirman, Thamrin, dan Kuningan, meng atrol tingkat pertumbuhan perkantoran. Meski harga sewa merangkak naik, area dengan mobilitas bisnis tinggi seperti CBD (central business district) masih tercatat ramai peminat. Secara umum, permintaan pasar sewa yang mengalami peningkatan tidak langsung menyebabkan kenaikan harga sewa.

Namun, sejumlah konsultan properti memperkirakan pertumbuhan luas area juga akan diiringi dengan kenaikan harga sewa yang merangkak hingga 10 persen hingga akhir tahun ini. Hingga Maret 2011, pasokan perkantoran CBD Jakarta tetap stabil, yakni mencapai 4,26 juta meter persegi (m2), dan sejak awal tahun telah terjadi pertumbuhan 15 persen. Tingkat penyerapan ruang kantor di kawasan ini 76.000 m2 dan tingkat hunian meningkat drastis di kisaran 89,5 persen. Penyerapan tersebut masih didominasi penyewa dari grup pemilik gedung, relokasi, dan perluasan ruang kantor dari penyewa yang telah ada di gedung itu yang terdiri dari sektor finansial, bank, minyak dan gas, serta TI (telekomunikasi).

Senior Technical Advisor PT Procon Luke S Rowe mengindikasikan harga sewa perkantoran di kawasan tersebut cenderung naik 6 persen dalam kurs dollar AS dengan periode dari kuartal yang sama tahun 2010. Hal itu terutama didukung menguatnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga sewa perkantoran 6 persen dari harga rata-rata yang berlaku sebelumnya yang mencapai 18,7 dollar AS per meter persegi. “Kenaikan tersebut mempertimbangkan permintaan pasar yang membaik. Diperkirakan tingkat hunian perkantoran akan mencapai kisaran 90 persen hingga akhir tahun 2011,” terang Luke saat pemaparan kinerja bisnis properti di Jakarta yang diselenggarakan PT Procon Indah, pekan lalu, di Jakarta.

Procon memprediksi pasokan di area CBD Jakarta tahun 2011-2012 tetap akan tumbuh sekitar 5 hingga 6 persen per tahun dengan penambahan sekitar 380.000 m2 ruang kantor dan 73 persen di antaranya berasal dari gedung kelas A. Dalam kesempatan terpisah, Head of Consultancy Departmen Procon Utami Prastiana mengatakan secara fisik penambahan pasokan ruang perkantoran di antaranya terjadi di lokasi yang baru saja rampung, yakni Equity Tower, Bakrie Tower, UOB Plaza, dan Cyber Two Tower, juga Sentral Senayan 3 seluas 51.659 m2.

Hal serupa dikatakan Managing Director Cushman Wakefi eld, David Cheadle. Menurut David, kenaikan harga sewa perkantoran di CBD Jakarta terjadi memasuki awal tahun ini hingga tiga bulan ke depan yang berada di kisaran 5 hingga 10 persen. Kenaikan ini disebabkan naiknya biaya pelayanan yang diberlakukan pengelola gedung untuk biaya listrik. Hasil kajian Cushman Wakefi eld menunjukkan, sejak awal tahun ini, harga sewa perkantoran CBD Jakarta relatif stabil dengan tren naik tipis selama tiga bulan terakhir dengan harga sewa rata- rata (sewa dasar plus biaya pelayanan) mencapai 145.300 rupiah per meter persegi per bulan atau 16,05 dollar AS per m2 per bulan.

“Perkantoran yang paling laris diminati konsumen berada di kawasan Jalan Dr Satrio. Kawasan tersebut memiliki tingkat kekosongan paling rendah, 0,4 persen dibanding Sudirman, Kuningan, Gatot Subroto, Th amrin,” papar Cheadle. Berdasar data statistik pasar atau subpasar, Cushman Wakefi eld mencatat kawasan Dr Satrio memiliki total ruang perkantoran 115.364 m2 dengan tingkat kekosongan 0,4 persen, sedangkan perkantoran yang dalam pembangunan mencapai 190.500 m2. Kawasan Satrio mengalahkan CBD Jakarta, seperti pasar Sudirman yang masih memiliki tingkat kekosongan 12,5 persen dari jumlah yang tersedia 1.689.150 m2.

Demikian juga pasar di wilayah Kuningan, Jakarta, dengan total ketersediaan ruang kantor 974.950 m2, punya tingkat kekosongan 11,4 persen pasar Jalan Gatot Subroto, memiliki tingkat kekosongan 16,2 persen dari total ruang tersedia 588.800 m2. Untuk pasar Jalan MH Th amrin, tingkat kekosongan mencapai 24,9 persen dari total 500.850 m2. Pasar Retail Untuk penyerapan pasar retail, Head of Research Procon Indah, Herully Suherman, mengemukakan retail masih terus berekspansi.

Pertumbuhan pusat perbelanjaan (mal) di Jakarta, khususnya daerah CBD, mengalami kenaikan 10 persen. Pertumbuhan retail juga disebabkan adanya luas area yang meningkat signifi – kan di kisaran 84 persen atau 107.000 meter persegi. “Tapi faktor penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ikut memberi pengaruh,” kata Herully di Jakarta, pekan lalu. “Secara umum, pasokan retail di Jakarta pada awal tahun ini tumbuh 4,8 persen, yaitu mencapai 3,63 juta meter persegi dibandingkan pada awal tahun lalu.

Permintaan di sektor retail juga tumbuh 18,9 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya,” tambah Herully. Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Maret lalu, menyampaikan bahwa harga sewa retail di pusat kota saat ini mencapai rata-rata 300.000 sampai 1 juta rupiah per meter persegi per bulan. Diperkirakan, di kawasan CBD, harga sewa retail bisa mencapai 400 ribu hingga 1,1 juta rupiah per meter dengan kenaikan 10 persen. Dalam catatan konsultan properti Cushman Wakefi eld, sejumlah peretail asing akan gencar membangun jaringan di Jakarta. Peretail akan mengincar kompleks strategis seperti Kuningan City, Kemang Village, Gran Para-gon, Kalibata City Square, dan Ancol Beach City. (KoranJakarta)