Stephanus D. Satriyo: Membangun Kesadaran Kebersihan Bersama

KonsPro (18/7) JAKARTA - KEBERSIHAN  mungkin adalah urusan sepele di tengah banyaknya persoalan yang harus ditangani perusahaan pengelola properti (property management).  Tetapi kalau di beberapa bagian saja kondisi satu proyek properti kotor (berserakan sampah), maka dapat saja image proyek tersebut runtuh total. Ibarat “Nila  setitik rusak susu sebelanga”.

Menurut Stephanus D. Satriyo, Chief Operating Officer PT Prima Buana Internusa (PBI), hal ini disebabkan, selain karena rendahnya kesadaran penghuni/ tenant/tamu/pengunjung terhadap kebersihan, juga karena tidak adanya sanksi yang tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang telah dibuat dalam tata tertib (house rule).

“Padahal  kalau semua stakeholder (pemangku kepentingan) sadar dan secara aktif menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, maka akan menjadi lebih mudah menjaganya,” kata pria kelahiran Semarang, 16 Juli 1959 ini.

Lebih jauh Stephanus mengatakan, dari sisi pengelolaan, meski tanggung jawab masalah kebersihan berada di Cleaning Service Division, tetapi itu tidak berarti divisi lain boleh cuek saja terhadap kebersihan. “Malah mereka (semua divisi) harus secara aktif menjaga lingkungannya dari sampah dan puntung rokok yang berada di lingkungan tugasnya,” tutur alumni Pasca Sarjana Institut Pendidikan & Pengembangan Manajemen (IPPM), Jakarta.

Lantas bagaimana pengelolaan kebersihan proyek itu dilakukan? Berikut ini hasil wawancara Bulletin Inner City dengan Stephanus yang sudah bergelut di profesi property management sejak tahun 1984.

Salah satu masalah yang dihadapi pengelola properti (property management) di Indonesia adalah kebersihan. Rendahnya kesadaran penghuni/tenant/pengunjung/tamu membuang sampah pada tempatnya menjadi faktor utama  sulitnya menjaga kebersihan di lingkungan proyek?  Secara umum bagaimana anda melihat pengelolaan properti di Indonesia dari aspek kebersihan?

Aspek kebersihan dalam pengelolaan properti di Indonesia masih kurang mendapatkan perhatian. Ini karena kesadaran masyarakat kita terhadap pentingnya kebersihan itu masih sangat rendah. Contoh kecil membuang sampah pada tempat, banyak masyarakat kita masih berat melakukannya. Sebagian besar di proyek pengelolaan properti, membebankan masalah kebersihan hanya kepada cleaning service, sementara  jumlahnya terbatas. Pagi petugas cleaning service membersihkan, siangnya ada orang buang putung rokok, atau buang tisu di tengah jalan, sehingga kembali kotor. Padahal petugas cleaning service sudah bekerja sesuai job desk-nya. Ini masalah mendasar.

Lantas apa yang bisa dilakukan oleh pengelola properti?

Upaya minimal adalah mengedukasi masyarakat, dalam hal ini penghuni/tenant/tamu/ pengunjung  agar mereka punya kepedulian terhadap kebersihan, termasuk di internal pengelola (pimpinan dan karyawan). Misalnya saja, saya sering menemukan di proyek-proyek properti baik mall maupun apartemen di Jakarta, yang  satpamnya itu cuek sekali. Mereka  membiarkan di sekitarnya itu kotor, bahkan posnya sendiri kotor. Tong sampah sampai penuh dibiarkan saja. Ketika dia tegur, dia mengatakan saya sudah menyampaikan kepada housekeeping. Sehingga kita sulit mengharapkan lingkungan proyek terus bersih kalau hanya dibebankan hanya kepada cleaning service saja.

Menurut Anda, apakah ini murni disebabkan kesadaran yang rendah, atau mungkin kare-na tidak adanya sanksi yang tegas?

Ya law enforcement (penegakan hukum) juga menjadi faktor penting, mengapa masyarakat tidak sungkan membuang sampah sem-barangan, karena tidak ada sanksi yang tegas. Walaupun setiap apartemen itu ada tata tertibnya, tapi di dalamnya tidak menyebut apa sanksi jika dilanggar. Namun anehnya, orang Indonesia kalau berada di Singapura, ternyata mereka itu bisa tertib. Mereka akan berpikir beberapa kali kalau mau buang sampah sembarangan. Mereka takut kena sanksi atau denda. Kalau tidak ada tong sampah, mereka kantongi dulu. Tapi kalau di Indonesia, di jalan raya mobil mewah masih banyak yang buang  tisu dari mobilnya.

Jadi seharusnya masalah kebersihan tanggung jawab semua pihak. Nah untuk meng-gugah kesadaran penghuni/tenant, menurut Anda cara apa yang paling efektif?

Di samping melakukan sosialisasi kepada penghuni, staf dan karyawan property management harus memberikan contoh, juga perlu  dibuat spanduk himbauan-himbauan yang edukatif. Kalau masih ada yang melang-gar, kita tegur dengan sopan. Nah, seperti program yang baru-baru ini diimplementasikan PT Prima Buana Internusa (PBI), mengajak semua karyawan secara aktif dari masuk kerja hingga pulang, wajib memungut sampah saat mereka menemukan di lingkungan proyek masing-masing. Pilot  project-nya di Podomoro City. Saya yakin kalau itu terus dilakukan secara konsisten, dua bulan lagi kawasan Podomoro City menjadi kawasan terbersih di Jakarta.

Merubah prilaku masyarakat kan tidak cukup sekedar himbauan. Perlukah  property management menerapkan sanksi atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi?

Menurut saya, idealnya  harus ada sanksi. Misalnya barang siapa yang membuang sampah sembarangan akan didenda Rp. 50 ribu. Kalau itu dilakukan pasti orang juga berpikir dua kali kalau mau buang sampah sembarangan. Jadi kita harus buat aturan mainnya. Ada contoh menarik. Pada tahap konstruksi, biasanya kontraktor   selalu menyisakan sampah dan ditaruh begitu saja. Karena tidak  ada denda itu terjadi berulang-ulang. Tapi saya pernah melihat satu proyek yang benar-benar bersih sekali pada waktu masih pekerjaan konstruksi di Jakarta. Kontraktornya dari Jepang, setiap ada sampah yang kelihatan, atau tercecer oleh pengelola  itu dikenai denda Rp. 250 ribu. Itu tahap konstruksi yang biasanya dimaklumi kalau kotor di sana sini. Tapi itu lantai bersih bisa dibuat duduk tidak ada debu. Jadi sebenarnya kita bisa kalau kita konsisten melaksanakannya. Orang Indonesia itu sudah biasa diomelin, tapi kalau didenda dia kan kapok.

Untuk pengelolaan di proyek-proyek PT PBI, program-program apa saja yang menyangkut kebersihan yang perlu diintenskan?

Program Customer Care yang baru-baru ini diluncurkan PT PBI, menurut saya sudah sangat bagus, dimana lingkup pekerjaannya adalah Bersih (semua public area), Terang (selective public area), Hijau (area landscape), Signage, Harum (selective public area), Kepatutan, dan Hospitality. Dan kita mulai dari yang paling gampang dulu, yaitu kebersihan. Kebersihan ini harus menjadi gerakan bergaung, jangan semangat sebentar terus hilang. Dan ini bisa terlaksana kalau pimpinan di masing-masing proyek juga terus konsen. Tidak jenuh-jenuh melakukan pengecekan, menegur, mengajari ke semua pihak. Dan yang paling penting lagi, pimpinannya sendiri memberikan contoh. Tapi kalau hanya dibicarakan di meja itu tidak akan jalan. Kuncinya pimpinan itu harus rajin keliling, minimal satu kali dalam sehari. Entah itu pagi, siang atau sore.

Di awal-awal ini, apa hasil dari program  tersebut?

Responnya baik. Di hari minggu saya keliling secara bergiliran ke proyek-proyek yang di kelola PT PBI. Secara umum ada kemajuan. Terus terang jika dibanding dengan yang lain, properti yang dikelola oleh PT PBI relatif lebih bersih. Artinya program ini sudah sesuai track-nya. Sekarang bagaimana menjaga konsis-tensi. Ini yang kadang-kadang susah. Memulai gampang tapi menjaga dan merawat apa yang sudah dicapai itu tidak mudah.

Bagaimana denda atau sanksi?

Sementara ini kita masih menempuh jalan persuasif. Kalau ada yang melanggar kita beri-tahu, kita tegur, kasih surat peringatan. Kalau ternyata masih bandel, ya harus kita pikirkan ja-lan keluarnya. Tetapi untuk sementara mungkin belum ada sanksi. Kita lihat dulu kondisinya. Karena kami berkeyakinan semua orang pada dasarnya itu ingin baik, ingin bersih, ingin nyaman, ingin aman. Nah kesadaran ini yang ingin kita bangun bersama, bahwa yang kita lakukan itu untuk sesuatu yang baik. Kebersihan tanggung jawab bersama. Kalau bisa berjalan tanpa denda malah bagus. (Erlan Kallo, Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya )

 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial