Oma Martina, Nenek Gaul yang Betah Dalam Kesendirian

KonsPro (10/03) - Di usainya yang telah mencapai 71 tahun, Martina atau yang akrab disapa Oma Martina masih tampak bugar dan energik. Tak ingin bergantung pada orang lain, Sang  Oma memilih “menyendiri” di Apartemen Mediterania Garden Residences 1 (MGR 1).

Tidak seperti orang kebanyakan yang di masa tuanya  mengidam-idamkan tinggal bersama anak dan cucu, Oma Martina lebih senang tinggal sendiri di unit apartemennya yang mungil di MGR 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Nenek yang bercucu 19 dari 8 orang anaknya ini mengaku senang menyendiri karena tidak ingin merepotkan orang lain.

Beberapa anaknya pernah membujuk Oma untuk tinggal bersama, karena umur makin bertambah, namun Oma selalu menolak halus. “Oma itu masih betah sendirian. Betah menyepi dan nonton TV sendirian. Beberapa teman Oma di sini juga ada yang hidup sendiri. Kalau bete baru Oma jalan, nongkrong, atau janjian ketemu anak dan cucu,” tutur Oma Martina.

Ia memilih tinggal di MGR 1 karena lebih praktis dan merasa aman. “Sejak awal tinggal di sini, Oma merasa aman dan nyaman. Kalau mau pergi tinggal kunci satu pintu. Mesti tak ada saudara, tapi tetangga, security, dan karyawan badan pengelola di sini baik sama Oma. Mungkin karena mereka kasihan sama nenek, he he he,” tawa Oma yang selalu tampak riang.

Berbeda saat Oma Martina tinggal perumahan biasa (landed house), ketika hujan ada suara klatak-kletuk di kamar atas. “Oma sering ketakutan. Takut ada orang jahat masuk. Tapi di sini Oma rasanya lebih aman. security-nya banyak, meski Oma pulang jam 10 malam, di sini  masih ramai. Parkir di basement 2 pun tidak takut, karena banyak security dan terang,” jelas Oma.

Hobi jalan

Oma Martina yang ditinggalkan  (meninggal) Opa sejak 1985 mengaku punya hobi jalan-jalan, sehingga jangan heran kalau agak susah menemui dia di unit apartemennya. Ada banyak “agenda luar ” Oma Martina. “Meski pengangguran Oma ini banyak kegiatan loh. Ya ke rumah teman, arisan, ada teman ajakin makan, atau ketemu anak cucu,” ujarnya.

Untuk urusan wira-wiri, Oma pun tak pernah ngerepotin orang. Ke mana-mana Oma Martina menyetir mobil sendirian. Meski  sudah tua, mata, telinga dan daya ingat masih awas. “ Menyitir? Masih kuatlah. Kan mobilnya nggak diangkat. Yang penting keberanian,” ucap Oma saat ditanya kewaspadaan menyetir mobil.

Berkendara mobil bagi Oma Martina sudah “mendarah daging”. Pasalnya,  sejak muda dia sudah sangat mandiri. Oma Martina lah  yang mengantar anak-anaknya ke sekolah dan les dari kecil, besar, kuliah  hingga saat anak-anaknya berangkat kerja.

“Dari tahun 1960-an saya sudah mengantar anak-anaknya  ke sekolah. Antar anak yang sekolah pagi, lantas  jemput  sekaligus mengantar anak yang sekolah siang. Waktu itu jalan-jalan di Jakarta masih sepi. Mobil bisa dihitung dengan jari,” kata Oma Martina mengisahkan.

Suasana kekeluargaan

Tahun 1995, Oma Martina praktis tinggal sendiri, karena anak bontot menikah dan diboyong tinggal bersama suaminya. Sebelumnya satu demi satu anaknya menikah dan pindah ke rumahnya masing-masing. Sehingga kamar-kamar di rumahnya pada kosong. Kalau malam ditutup siang dibuka.

“Sehingga akhirnya kurang terawat. Lama kelamaan Oma pikir cape juga. Meski ada pembantu, tapi tinggal di rumah besar sendirian tidak menyenangkan. Kemudian oma memutuskan untuk tinggal di rumah yang lebih kecil.  Bulan April 2005, Oma pindah ke MGR 1, di saat apartemen ini masih sepi penghuni,” jelasnya.

Menurut Oma Martina, ia sangat menikmati tinggal di MGR 1. Di samping aman dan  nyaman, hubungan antar tetangga cukup akur. Sebagai orang tua, Oma Martina sering mendapat sapaan, tidak hanya dari para tetangga, tetapi doorman dan security selalu akrab menyapa Sang Oma.

“Malah banyak di antara mereka yang perhatian sama Oma. Mereka pikir Oma sudah lanjut usia. Oma kalau ada apa-apa, butuh bantuan panggil saya. Ini nomor telepon. Semua siap membantu kalau ada apa-apa, termasuk pengelola yang cepat tanggap kalau Oma ada komplain. Di sini teman Oma banyak dan akrab. Teman Oma muda-muda jarang yang nenek-nenek,” katanya.

Walau orang lain, lanjutnya, tapi ia sudah menganggap seperti keluarga sendiri. Meski unit Oma Martina  kecil, tapi lingkungan di sini sudah membuatnya betah. Karena berada di tengah-tengah orang menyenangkan, hati Oma Martina merasa luas.

Bersyukur

Bagi Oma Martina, mencapai usia 71 tahun dengan karunia kesehatan dan kebugaran merupakan “bonus” dari Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri. Untuk kesehatannya, meski ada pembantu, Oma Martina lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah berolah raga, jalan pagi.

“Mengepel, masak dan bersih-bersih Oma kerjakan sendiri. Hitung-hitung sambil olah raga. Oma enjoy aja. Oma menikmati hidup. Hidup ini indah. Oma mau makan apa saja masih bisa, tidak banyak pantangan. Oma mau jalan ke mana bisa sendiri. Tidak usah menunggu orang lain. Oma bisa nyetir sendiri,” tandasnya.

Sekali-sekali cucu Oma Martina ke MGR 1 datang menegok melepas rindu. Atau sebaliknya, Oma Martina menginap rumah anak-anaknya. Hal paling menyenangkan, bagi Oma Martina saat anak-anak dan cucu-cucunya berkumpul di unit apartemennya, setiap tanggal 23 Desember untuk merayakan Natal.

Suatu kebahagia di usai tua yang masih diberikan kesempatan menyaksikan kesuksesan anak-anak dan keceriaan cucu-cucu yang tumbuh besar. Oma yang beruntung. (Erlan Kallo, Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya )

 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial