Trihatma K. Haliman: Tak Ada Kata Berhenti Membangun

KonsPro  (30/9) - DI tengah kesibukannya, memang tidak mudah untuk meminta waktu wawancara khusus dengan orang nomor 1 di Agung Podomoro Group (APG) ini. Namun adalah suatu “keberuntungan” dapat “mencuri” waktu berwawancara dengan Bapak Trihatma K. Haliman, beberapa waktu silam di Jakarta. Dengan senyuman khas, Pak Trihatma pun bersedia menjawab beberapa pertanyaan yang kami lontarkan.

Bagaimana Bapak melihat prospek bisnis properti Indonesia?

Jika melihat kondisi perekonomian Indonesia yang semakin baik seperti saat ini, saya yakin bisnis dan industri properti kita akan terbang tinggi. Saya optimis dan saya garansi itu.

Mengapa Bapak begitu yakin?

Di dalam hidup, apalagi dalam bisnis kita harus selalu optimis dan yakin, karena dalam kondisi terburuk apapun, di situ pasti ada peluang. Kita sendiri yang harus bisa menciptakan pasar itu, apakah akan positif  atau negatif  tergantung dari keyakinan kita.

Indikator positif  apa yang mendukung keyakinan itu?

Suku bunga murah, building material yang juga murah, serta regulasi yang permudah dan perijinan yang ramah membuat semua gagasan kreatif ber-potensi terealisasi secara maksimum. Dan satu yang penting, harus yakin, optimis, dan positive thinking. Business confidence itu penting. Makanya Agung Podomoro bisa seperti ini.

Lantas apa strategi dari dari APG ke depan?

Agung Podomoro Group sendiri sudah menyiapkan rencana strategis yang akan diwujudkan tahun depan. Di antaranya menambah land bank di dalam kota Jakarta, Jadebotabek dan lima kota besar di Indonesia.

Selain “bermain” di apartemen menengah atas, beberapa tahun terakhir ini APG juga “masuk” di rumah susun sederhana milik (Rusunami). Apakah ini juga masuk dari bagian strategi APG?

APG didirikan untuk melayani masyarakat Indonesia yang membutuhkan hunian. Itulah mengapa kami tetap akan bertahan bermain di kelas menengah. Ceruk pasar ini yang sesungguhnya luar biasa besar dan luas. Proyek dengan konsep apapun, kalau ditujukan untuk segmen ini pasti laku. Kami sudah memberi bukti, Central Park Residences, Seasons City, Pluit, Kalibata, atau yang lain. Semua memperlihatkan kinerja penjualan memuaskan. turn over-nya cepat”.

Selain alasan bisnis?

Bagi APG, membangun properti kelas menengah sama artinya mengejawantahkan corporate social responsibility. Hanya kami yang mau membangun apartemen murah meriah dengan eskalasi pembangunan yang begitu cepat. Sepuluh ribu unit apartemen di Pluit, Jakarta Utara, 12.000 unit di Kalibata, Jakarta Selatan, dan ribuan di belahan Jakarta lainnya, adalah fakta bisnis yang menurut saya merupakan konstribusi pergerakan sektor properti di Indonesia.

Tapi beberapa pengembang mengeluh masih sulitnya  pembiayaan dari perbankan. Komentar Bapak?

Jangan pernah berhenti membangun. Meskipun fasilitas pembiayaan dari perbankan kurang berpihak, seperti terjadi tahun lalu, masih ada cara lain yang bisa digunakan secara cerdas, agar aktifitas membangun tidak vakum. APG percaya  dengan ekuitas sendiri. Selain mengandalkan dari penjualan yang Puji Tuhan selalu fantastis. Pendek kata, tahun mendatang, kami akan tancap gas. Lari cepat merampungkan proyek yang dalam tahap konstruksi dan juga merilis sejumlah proyek baru. (Erlan Kallo, [email protected] surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya )

 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial