Fauzi Soft Launching Terminal Terbesar di Asia Tenggara

0
Dok. beritajakarta.com

KonsPro (23/6) JAKARTA – PEMBANGUNAN Terminal Terpadu Pulogebang Sentra Timur, Jakarta Timur, seluas 9,08 hektar akhirnya sudah bisa dinikmati masyarakat seiring dengan soft launching terminal terbesar di Asia Tenggara tersebut oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Namun, meski sudah bisa digunakan untuk bus Transjakarta Koridor XI (Pulogebang-Kampungmelayu), terminal itu belum bisa melayani musim mudik lebaran tahun ini, karena diperkirakan baru rampung 100 persen pada 15 Oktober mendatang.

“Sementara untuk mudik lebaran belum bisa, karena lebaran jatuh pada bulan Agustus, sedangkan pembangunan fisik terminal baru ranpung 100 persen sekitar tanggal 15 Oktober. Saya yakin betul belum ada terminal semegah dan sebesar ini di Indonesia. Niat Pemprov DKI, menjadikan kawasan ini sebagai terminal terpadu memang sudah lama. Baru sekarang inilah terlaksana dengan baik, memindahkan terminal Pulogadung ke Pulogebang ini,” ujar gubernur saat soft launching Terminal Terpadu Pulogebang Sentra Timur, Sabtu (23/6).

Terminal ini semula hanya bernama Terminal Terpadu Pulogebang. Namun oleh gubernur ditambah namanya menjadi Terminal Terpadu Pulogebang Sentra Timur, karena lokasinya berada di kawasan Sentra Timur. Selain itu juga untuk menyosialisasikan nama Sentra Timur pada masyarakat luas. Ia juga meminta terminal yang megah dan bagus ini harus dapat dijaga dan dirawat agar bisa tetap terawat hingga jangka panjang. Sebab biasanya, untuk proses pembangunan tidak terlalu sulit, akan tetapi justru perawatannya yang sulit.

Menurutnya, walau bukan satu-satunya solusi untuk mengurai kemacetan lalulintas, setidaknya kehadiran Terminal Pulogebang ini dapat membantu mengurangi simpul-simpul kemacetan di ibu kota. Utamanya yang terjadi Jl Raya Bekasi dan Jl Perintis Kemerdekaan, tempat Terminal Pulogadung berada. Gubernur melihat keberadaan Terminal Pulogadung sudah tak layak lagi untuk angkutan umum sehingga perlu diganti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan, terminal ini dibangun dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 448,6 miliar. Sesuai rencana awal, total luas lahan terminal ini mencapai 14,01 hektar. Namun saat ini yang terealisasi baru 9,08 hektar. Sehingga perlu pembebasan lagi untuk pelebaran areal terminal. Ditargetkan, pembebasan lahan ini dapat terealisasi pada tahun 2012 dengan anggaran tambahan Rp 60 miliar.

“Di terminal Pulogebang ini penumpang dibuat nyaman dan aman. Sebab ada ruangan khusus untuk pejalan kaki. Sehingga tidak ada lagi orang berjalan di emplasement terminal. Terminal ini juga menyediakan park and ride sehingga pemilik kendaraan dapat memarkir kendaraannya dan beralih ke angkutan umum,” katanya.

Selain itu juga disiapkan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. Terminal ini juga terkoneksi langsung dengan Jalan Tol Lingkar Luar Ruas Cikunir-Tanjungpriok dan Stasiun KA Cakung.

Sedangkan Terminal Pulogadung, nantinya akan dijadikan disesuaikan dengan tata ruang yang ada yakni akan dijadikan sebagai lahan multi guna. Antara lain untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), terminal bus Transjakarta. (BerJak)