Ecopolis Icon Hunian Prestisius di CitraRaya

0
2

KonsPro (11/10), TANGERANG – HUNIAN  prestius yang akan menjadi icon hunian berkualitas di kota mandiri CitraRaya, yakni mega cluster ECOPOLIS kini sedang dipasarkan. Di luar dugaan, animo masyarakat khususnya untuk terhadap produk komersial (ruko) sangat besar. Dari sekitar 150 unit ruko tahap pertama kini telah ludes terjual.

ECOPOLIS  yang dibangun di atas lahan sekitar 100 hektar merupakan  kawasan pengem-bangan kota CitraRaya tahap kedua, sekaligus pilot project dari program EcoCulture yang dicanangkan pada akhir 2011 lalu.

Sebagai kawasan yang berorientasi budaya “eco”, maka konsep hunian ECOPOLIS ini  dibuat sangat ramah lingkungan (eco property). Karena itu,  semua fasilitas lingkungan dan fitur-fitur bernuasa green yang direpresentasikan dengan kawasan lingkungan yang hijau, pengelolaan kawasan, limbah dan resapan air tanah yang baik, serta menggunakan materi-materi yang bangunan juga ramah lingkungan.

Sementara rumah-rumah di mega cluster ini bergaya modern minimalis yang didesain khusus agar udara dan cahaya secara bebas keluar dan masuk di ruang-ruang dalam rumah. Dengan begitu pendingin udara (AC) dan lampu penerangan bisa lebih hemat digunakan.

Menurut Meita Mediawati Marketing Manager PT. Ciputra Resindence, di tahap awal ini,  selain menawarkan produk hunian (rumah) The Leaf, CitraRaya juga memasarkan produk komersial (ruko) Boulevart dan gedung perkantoran (Office Park).

“Kami sangat surprise, pada penjualan perdana ECOPOLIS bulan Juli 2012 lalu respon pasar sangat positif. Dari 150 unit ruko Boulevart yang kami luncurkan semua ludes terjual dalam satu hari, dan hari itu jual 20 unit rumah The Leaf terjual,” ujar Meita.

Dengan desain, mutu bangunan dan kuali-tas lingkungan yang prima, lanjut Meita, produk residensial di ECOPOLIS sangatnya kompetitif dibandingkan dengan produk sejenis di sekitar CitraRaya, seperti Serpong, Karawaci dan wilayah Tangerang lainnya.

“Harga yang kami tawarkan sangat kompetitif. Dengan harga yang  sama bahkan lebih rendah sedikit konsumen bisa mendapatkan tanah lebih luas, desain arsitektur trendi, serta kualitas bangunan sama dengan perumahan mewah di sekitar wilayah Serpong dan Karawaci. Begitu juga dengan produk komersial (ruko),” jelas Meita.

Saat ditanya mengenai target market untuk ECOPOLIS, Meita mengatakan, ada-lah para keluarga eksekutif muda, pengu-saha, dan pedagang. “Perkembangan ekonomi di wilayah Tangerang barat dalam beberapa tahun ini turut mendorong meningkatnya permintaan perumahan dan ruang usaha, terutama di segmen menengah atas di wilayah ini. ECOPOLIS inilah sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan tersebut,” pungkas Meita. (Reza)