Dinas PU Kaji Kembali Pembangunan Flyover dan Underpass

0
2
Dok. beritaakarta.com

KonsPro (3/12), JAKARTA – DINAS Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta akan mengkaji kembali rencana pembangunan tiga underpass dan tujuh flyover di perlintasan sebidang kereta api (KA). Sebab, PT Kereta Api Indonesia (KAI) ternyata sudah memiliki rencana pembangunan jaringan kereta lingkar layang atau pop line.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan mengatakan, pihaknya sedang mengkaji ulang lokasi mana yang akan dibangun. Karena sebagian besar titik lokasi yang telah direncanakan ternyata bersinggungan dengan jaringan kereta api lingkar layang. “Seharusnya 2014 kami sudah mulai pembangunannya. Tapi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan PT KAI punya rencana lain,” ungkap Manggas, Senin (2/12).

Dikatakan Manggas, dari tujuh terowongan atau underpass yang direncanankan, hanya terdapat satu titik yang tidak bersinggungan, yaitu di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Sementara keenam lokasi lainnya kemungkinan bersinggungan dengan jalur kereta lingkar layang sehingga harus dikaji kembali, seperti di Jl Kartini dan Jl Halimun.‬

Berdasarkan data Dinas PU DKI, ketujuh underpass yang akan dibangun itu yakni, di Jl Guntur – Jl Cik Di Tiro senilai Rp 7,5 miliar, Jl Kartini Rp 10 miliar, Jl Halimun – Madiun Rp 5 miliar, Jl Industri Rp 5 miliar, Jl Garuda Rp 5 miliar, Jl Cendrawasih Rp 10 miliar, dan Jl Permata Hijau Rp 5 miliar.

Dikatakan Manggas, prinsip pembangunan perlintasan sebidang adalah untuk mengurai kemacetan.‬ Jika kemudian, pemerintah pusat akan membangun jaringan loop line maka tidak ada lagi kemacetan di perlintasan sebidang sehingga tidak perlu ada underpass. Jalur kereta layang sepanjang total 20 kilometer ini akan dibagi menjadi dua yakni lintas timur dan lintas barat.‬

Untuk lintas timur memiliki panjang 10 kilometer dengan rute Kampung Bandan – Rajawali – Kemayoran – Pasar Senen – Kramat – Pondok Jati.  Sedangkan untuk lintas barat dengan rute Manggarai – Tanah Abang – Kampung Bandan. Adapun total anggaran pembangunannya mencapai Rp 9 triliun. (BerJak)