Deputi Perumahan Swadaya Sosialisasikan Program Pembangunan Perumahan Swadaya

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (17/6) JAKARTA – PEMBANGUNAN  Perumahan Swadaya merupakan salah satu program yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Program Pembangunan Perumahan Swadaya ini tertuang dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pasal 21. Sementara yang dimaksud dengan Rumah Swadaya menurut pasal yang dimaksud adalah rumah yang diselenggarakan atas prakarsa dan upaya masyarakat, baik secara sendiri maupun berkelompok.

Untuk pembangunan rumah swadaya ini, masyarakat dapat memperoleh bantuan dan kemudahan dari pemerintah atau pemerintah daerah. “Salah satu bantuan yang diberikan oleh pemerintah terkait  permasalahan rumah swadaya adalah sistem stimulan dan pemberdayaan komunitas”, ujar Jamil Anshari, ketika melakukan Tapping dalam rangka sosialisasi Program Pembangunan Perumahan Swadaya, di Grandstudio Metrotv, Kamis,(16/6).

Lebih jauh lagi Jamil Anshari mengatakan bahwa komunitas yang berhak untuk mendapatkan bantuan stimulan dan pemberdayaan komunitas adalah Masyarakat Berpenghasilan Menengah Bawah (MBR).

Sementara permasalahan yang dihadapi oleh  masyarkat MBR terkait dengan rumah swadaya adalah dia tidak mampu  membangun rumah sesuai dengan kontruksi bangunan, permasalahan yang kedua, mereka tidak punya uang yang cukup untuk membangun rumah yang layak karena uangnya terbatas, ketiga, kalaupun mereka mampu mencicil, mereka menghadapi kesulitan mengakses ke sumber-sumber pembiayaan atau sumber-sumber produktif lainnya. keempat, kalaupun punya aset tanah, asetnya tidak bernilai, jadi dia sulit mengakses ke sumber-sumber pembiayaan atau bisa saja tanahnya belum punya status hukum yang jelas.

“Dengan adanya Program Stimulan dan pemberdayaan komunitas, diharapkan permasalahan yang dihadapi oleh MBR dapat diatasi”, ujar Jamil Anshari.

Program bantuan stimulan ini pada pelaksanaannya merupakan bantuan yang diberikan kepada MBR ketika mereka akan membangun atau memperbaiki rumah tetapi tidak memiliki cukup dana. Di sinilah pemerintah memberikan bantuan stimulan agar MBR dapat menyelesaikan pembangunan atau perbaikan rumahnya.

“Dengan adanya bantuan stimulan diharapkan masyarakat dapat bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan pembangunan rumah swadaya”, ungkap Jamil Anshari.

Selain program stimulan,  ada juga bantuan hibah sebesar 5 juta rupiah. “Hibah yang diberikan itu tidak bergulir dan juga ada bantuan PSU”, tutur Jamil Anshari. Lebih jauh lagi Jamil Anshari menjelaskan bahwa dukungan dari para Stakeholder dalam pembangunan perumahan swadaya sangat diperlukan, khususnya melalui CSR (corporate social responsibility). (Ristyan)