Dahlan: Bisnis Properti BUMN Bisa Saingi Pengembang Besar

0
1

KonsPro (7/8/2014), JAKARTA – MENTERI BUMN Dahlan Iskan meyakini bisnis properti perusahaan milik negara bisa menyaingi pengembang terbesar di sektor properti Agung Podomoro, asalkan pengelolaanya profesional dalam satu anak perusahaan.

“Aset-aset BUMN berupa tanah yang menganggur jika dikelola dan dijadikan bisnis properti akan sangat produktif, bahkan mengalahkan Agung Podomoro pengembang terbesar di Indonesia,” kata Dahlan, usai menggelar Halal Bihalal dengan sekitar 300 direksi dan komisaris BUMN, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (4/8).

Menurut Dahlan, saat ini sejumlah BUMN mulai menggeluti bisnis properti menyusul banyaknya aset yang tidak produktif. “Saya banyak menandatangani persetujuan pembentukan anak usaha BUMN yang ekspansi ke sektor properti. Ini ide yang betul-betul bagus,” kata Dahlan.

Ia menambahkan, maraknya BUMN mengelola properti sejalan dengan kebijakan untuk menyelamatkan aset-aset perusahaan. Menurut catatan, sejumlah BUMN yang sudah merealisasikan masuk bisnis properti seperti PT Pos Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Telkom, termasuk BUMN Karya seperti PT Adhi Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, dan Hutama Karya.

Korporasi tersebut memiliki aset yang berlokasi di areal strategis namun belum dimanfaatkan. “Aset-aset tanah tersebut jika dibiarkan justru menjadi beban perusahaan karena harus bayar pajak bumi dan bangunan, bayar biaya penjagaan, bahkan bisa dijarah oleh orang lain,” tegas Dahlan.

Untuk itu ujarnya, BUMN yang memiliki aset berupa tanah dapat menjalin kerja sama dengan BUMN Karya maupun BUMN lainnya untuk mengembangkan properti.

“Tidak perlu kerja sama dengan swasta, kecuali sangat khusus. Tidak mudah juga kerja sama dengan sesama BUMN, tapi setiap perjanjian harus dilakukan ‘clean and clear’ agar transparan,” ujarnya. (Ant.)