Ciputra Group Kembangkan Urban Lifestyle City di Serang

0
3
Ilustrasi

KonsPro (11/11/2014), JAKARTA – MESKI suhu politik di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih memanas, kelompok usaha Ciputra tetap optimis prospek bisnis properti di akhir tahun 2014 dan awal 2015 berpeluang besar bertumbuh dengan kisaran 10 – 15 persen.

Keyakinan ini didasarkan beberapa faktor, yaitu:  BI Rate yang hampir 1 tahun ini stabil di 7,5%, fluktuasi inflasi yang terjaga relatif stabil, serta  situasi politik yang relatif kondusif, sehingga diharapkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh sesuai ekspektasi pemerintah di atas 5.5%.

Pernyataan ini disampaikan Cakra Ciputra, Managing Director Ciputra Group kepada sejumlah media, dalam acara Preview New Project Ciputra Group, CitraLand Puri Serang, di Ciputra World Jakarta, Pertengahan November 2014.

Cakra Ciputra mengatakan, di tengah instrumen investasi lainnya, seperti  saham, emas kurs Rupiah dan lain sebagainya, yang sedang kurang stabil, properti kembali membuktikan sebagai instrumen investasi yang paling diminati sepanjang masa, karena bisa dikatakan zero risk. Bahkan pada kondisi krisis pun, harga properti tidak ada yang turun, dan sebagai investasi, properti memiliki dua keuntungan utama, yakni capital gain (kenaikan harga tanah dan bangunanyang pasti) dan yield  (harga disewakan juga terus meningkat).

“Inilah alasan kuat mengapa Ciputra Group terus melakukan ekspansi usaha, dengan membuka proyek-proyek baru di kota-kota besar seluruh Indonesia termasuk di Kota Serang, Banten, yakni CitraLand Puri Serang, yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat ini,” jelas Cakra Ciputra.

Kawasan mixed use di atas lahan 40 hektar yang dikembangkan oleh PT Ciputra Mitra Cipta (anak peruhasaan Ciputra Group) ini, terdiri dari Residential Cluster, SOHO, Apartment, Commercial  Area, Urban Lifestyle Center, Health Center dan tempat ibadah ini akan menjadi kawasan urban maupun sub urban, yang sudah menjadi kebutuhan mendesak baik dari segi kemudahan, aksesibilitas, maupun investasi.

Proyek ini berada di lokasi sangat strategis karena berada di tengah-tengah Kota Serang, dekat dengan kantor-kantor Pemerintahan Kota Serang, tidak jauh dari pusat-pusat bisnis, dan diapit oleh dua pintu tol (Serang Timur dan Serang Barat).

“Tidak hanya dari segi lokasi, kami optimis proyek ini akan sukses, sebab CitraLand Puri Serang ini merupakan proyek mixed use pertama dan terbesar di Kota Serang, yang kami tahu benar, pasar di segmen ini belum tergarap dengan baik,” tandas Cakra Ciputra.

Sementara itu, Bing Sugiarto Chandra Direktur Ciputra Group, menyatakan, pilihannya Kota Serang sebagai wilayah ekspansi usaha baru, karena ke depan dinilai sangat prospektif. Sebagai kota industri dan kota transit, pertumbuhan ekonomi Kota Serang  yang tumbuh secara signifikan dari waktu ke waktu menawarkan banyak peluang, salah satunya adalah sektor properti yang diprekdisi akan booming  dalam 5 tahun depan.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), trend pertumbuhan ekonomi di Propinsi Banten sejak periode 2010 hingga 2013 terus mengalami kenaikan sangat berarti, khususnya Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon yang mencatat  pertumbuhan paling cepat, rata-rata di atas 5,5 persen,” jelas Bing Sugiarto dalam waktu yang sama.

Pertumbuhan ekonomi Kota Serang, lanjut Bing Sugiarto, di atas wilayah-wilayah lainnya di Propinsi Banten membuat geliat kota ini semakin sibuk. Berbagai usaha barang dan jasa berkembang dengan pesat.

Sebagai kota baru, Serang menunjukkan trend pertumbuhan yang baik. Seperti di berbagai kota lain, sektor andalan Kota Serang adalah perdagangan, hotel, restoran dan jasa-jasa lain, menyusul sektor properti dalam satu tahun terakhir ini. Mulai tahun 2011 hingga sekarang, sektor-sektor tersebut paling tinggi laju pertumbuhan ekonominya.

Dukungan infrastruktur

Bing Sugiarto yakin, cepatnya laju pertumbuhan Kota Serang ini juga tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang baik. Kota Serang memiliki kemudahan akses mulai dari jalan propinsi sampai jalan tol yang menghubungkan dengan wilayah-wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), hingga kota-kota lainnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Serang punya dua akses tol utama, yaitu Pintu Tol Serang Timur dan Pintu Tol Serang Barat.

Ketersediaan infrastruktur yang prima, pesatnya perkembangan industri, dan tinggi pertumbuhan penduduk, seperti dipaparkan di atas, akan menjadi “bahan bakar” bagi laju pertumbuhan industri properti di Kota Serang.  Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan industri, pada gilirannya akan mendongkrak permintaan di sektor properti residensial dan komersial.

“Dari perkembangan positif di atas itulah, Ciputra Group sangat optimis akan meraup sukses seperti proyek-proyek Ciputra yang berada di kota-kota besar lainnya,” pungkas Bing. (Erlan Kallo)