BTN Tidak Menepati Janji

0

KonsPro (7/4) JAKARTA – ISTRI  saya adalah salah satu nasabah debitur pada BTN berdasarkan Perjanjian Kredit (KPR) tanggal 7 Mei 2009. Dalam KPR tersebut disebutkan bahwa sistem perhitungan bunga adalah Annuitas, bukan flat. Berdasarkan keterangan dari pejabat BTN capem Pamulang pada saat penandatanganan KPR, bunga akan fixed selama setahun dan setelah itu akan mengikuti bunga yang berlaku di pasar. Hal ini juga disampaikan kepada nasabah debitur lain, yang sekarang menjadi tetangga saya.

Setelah lewat setahun, bahkan sekarang hampir dua tahun, suku bunga tidak kunjung turun dan tetap di angka 14% p.a., padahal untuk KPR baru BTN sudah menerapkan suku bunga rendah (10,75 p.a., bisa dilihat di http://www.btn.co.id/Layanan/Suku-Bunga.aspx). Apakah suku bunga pasar adalah 14% p.a., mengingat tetangga saya yang lain ada juga yang masih tetap di angka 12% p.a.?

Menurut hemat saya, cost of fund di tahun 2009 (ketika krisis finansial yang disebabkan subprime mortgage di AS) sudah lebih turun dibandingkan pada tahun 2010 atau 2011 ini, mengingat suku bunga tabungan dan deposito juga pada umumnya turun.

Ketika hal ini saya tanyakan kepada pejabat BTN baik di capem Pamulang maupun cabang Ciputat, mereka hanya bisa mengatakan bahwa kebijakan suku bunga semata-mata ditetapkan oleh kantor pusat.

Saya yakin dan percaya BTN sebagai salah satu BUMN bank yang terbesar di Indonesia dan sebagai salah satu perusahaan publik dapat memegang janjinya dan tidak bertindak sewenang-wenang terhadap nasabah debitur yang juga merupakan konsumen yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Salam hormat,

Eko Nugroho, Puri Bintaro Residence, Serua Indah, Ciputat, [email protected]