Berharap Layanan Jemput Bola di BPN Surabaya

0

KonsPro (18/10) SURABAYA – SAYA  salah satu pemilik sertipikat HGB rusun Menanggal Surabaya dari sekitar 600 sertipikat lainnya yang akan berakhir masa berlakunya pada Juli 2012 nanti. Saya berharap BPN Surabaya bisa jemput bola, seperti yang sudah dilakukan BPN Sidoarjo dengan program larasita-nya.

Jika pihak kepolisian mendekati warga dengan mobil SIM keliling, layanan drive thru STNK, PBB dengan petugas rutin ke kelurahan-kelurahan. Program larasita yang dilakukan BPN Sidoarjo dapat mengubah HGB ke SHM dengan biaya Rp 50.000 per sertipikat dan hanya memakan waktu 30 menit. Bahkan, bisa ditunggu lagi, apakah diurus sendiri ataukah kolektif.

Sementara di BPN Surabaya mensyaratkan pengurusan kolektif dengan menunjuk coordinator. Hanya, masalah biaya yang tidak transparan karena kami diminta menyediakan Rp 1.000.000 per sertipikat dengan rincian yang Rp 500.000 dibayar di depan beserta persyaratan lainnya, sementara sisanya dibayar setelah selesai. Sementara tidak ada kepastian waktunya berapa lama, padahal hanya perpanjangan HGB saja.

Dengan dua loket di BPN Surabaya, indikasi adanya pungutan liar sebesar Rp 30.000 per sertipikat tentu membuat para pemilik sertipikat menjadi was-was. Mohon tanggapan pihak dan instansi terkait atas masalah ini. Terima kasih.

Tunggul Hutabarat, Cipta Menanggal 01 Surabaya (surya.co.id)