Batal Beli, Booking Fee Hangus

0
Apabila si konsumen membatalkan pembelian tersebut tanpa adanya kesalahan dari pihak penjual, maka otomatis booking fee menjadi hangus. (Foto: Rifat Pahlevi)

KONSPRO – ANDA  punya masalah hukum di bidang properti? Kirimkan pertanyaan Anda di email konsumenpropertinews@gmail.com. Sertakan alamat, dan indentitas yang jelas, kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Pertanyaan:

Di awal September tahun lalu saya membeli perumahan baru di Jakarta Selatan. Tahap awal tanggal 1 September saya menyetorkan sejumlah uang kepada pengembang sebagai booking fee. Dan sebagai awal dari kesepakatan tersebut saya sempat bertemu dengan pihak pengembang.

Pada pertemuan tersebut saya hanya melengkapi data diri sebagai kelengkapan calon pembeli dan hanya diberikan tanda bukti penerimaan setoran booking fee yang saya tanda tangani dan itu pun bersifat sementara hanya tulisan tangan saja (karena waktu itu sudah mulai masa libur lebaran).

Saat libur lebaran saya ditawari rumah oleh saudara saya. Karena harga lebih murah serta rumah sudah jadi siap huni dan saudara butuh uang akhirnya saya menyetujui untuk membeli rumah saudara saya itu. Akhirnya saya membatalkan untuk membeli rumah tersebut.

Kemudian hal ini saya sampaikan kepada pihak pengembang, dan mereka mengatakan kalau booking fee otomatis hangus semua tidak bisa dikembalikan. Pada saat pembatalan tersebut saya sempat disodori surat pemesanan (SP) dengan banyak pasal perjanjian, tetapi saya menolak tanda tangan karena saya membatalkan pembelian. karena saya tahu kalau saya tanda tangan SP berarti sudah terjadi pemesanan serta kesepakatan secara hukum dan harus taat pada aturan dari perjanjian tersebut.

Tahap selanjutnya saya diberi kesempatan untuk menulis surat kepada manajemen pengembang perumahan tersebut untuk meminta pengembalian booking fee, walaupun tidak 100 %. Jawaban dari pihak pengembang tetap tidak bisa dan dianggap hangus.

Dari pihak yang buta hukum sama sekali saya bingung, apakah sudah terjadi perjanjian secara sah menurut hukum atau belum, karena saya belum menandatangani surat perjanjian apapun terutama surat pemesanan (SP), yang saya tanda tangani hanya surat bukti setoran booking fee sementara.

Apakah saya masih punya hak untuk meminta booking fee tersebut walaupun tidak dikembalikan 100 %? Dan kalau pun masih bisa diminta langkah apa yang harus saya tempuh, agar uang tersebut bisa saya minta walaupun tidak 100 %. Terima kasih.

Indra Setiawan
Jakarta

Baca juga: Kontroversi Penerbitan IMB Pulau Reklamasi Terus Berlanjut

Jawaban:

Kepada Pak Indra, pertama-tama saya ikut prihatin atas masalah yang Anda hadapi. Setelah membaca dan mempelajari persoalan Anda, maka beberapa hal yang perlu kami sampaikan sebagai berikut:

Lazimnya dalam transaksi properti (tanah dan bangunan), apabila konsumen melakukan pembelian dengan membayarkan uang tanda jadi (booking fee), maka apabila si konsumen membatalkan pembelian tersebut tanpa adanya kesalahan dari pihak penjual, maka otomatis booking fee menjadi hangus, terkecuali apabila pada saat dibayarkannya booking fee itu telah disepakati hal-hal lain yang biasanya dicantumkan dalam syarat dan ketentuan dilembar tanda jadi pembayaran tersebut.

Tetapi apabila hal tersebut tidak diatur dengan jelas maka developer/pengembang pasti akan menganut pada kebiasaan pola transaksi yang terjadi, yakni jika booking fee tidak dilanjutkan sesuai jadwal pembayaran uang muka selanjutnya, atau jika dibatalkan sepihak oleh si pembeli, maka dengan sangat menyesal saya harus katakan otomatis uang booking fee akan menjadi hak sepenuhnya bagi pihak penjual.

Menurut hemat saya, kalau Anda tidak ingin kehilangan uang muka tersebut sebaiknya Anda melanjutkan transaksinya. Tetapi kalau tidak ingin melanjutkan, maka Anda harus merelakan uang muka tersebut hangus.

Demikian penjelasan singkat kami.