Bandara Baru Karawang akan Dibangun pada 2015

0
Dok. tender-indonesia.com

KonsPro (30/8), JAKARTA – PEMERINTAH  menyatakan serius membangun bandara di Karawang, Jawa Barat, pada 2015, yang direncanakan dapat menampung 100 juta penumpang per tahun. Bandara baru ini untuk mendukung kapasitas Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng yang makin padat.

“Saat ini rencana pembangunan bandara di Karawang masih dalam tahap pengkajian. Tapi (bandara ini) akan mulai dibangun pada 2015,” kata Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti pada acara “Indonesia International Infrastructure Conference And Exhibition 2012”, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (29/8).

Herry mengatakan, pembangunan bandara di Karawang mulai dibangun. Pada 2015 karena pada 2014 bandara Soekarno-Hatta selesai dibangun. Bandara di Karawang ini diproyeksikan bisa melayani penerbangan domestik dan internasional.

Jakarta, Rencana Karawang menjadi kawasan untuk perluasan Bandara Soekarno Hatta kembali mencuat. Rencananya sejak awal agar memecah kepadatan Bandara Soekarno-Hatta yang sudah melebihi kapasitas.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, dengan dibangunnya bandara di Karawang, ini maka Jakarta akan memiliki sistem bandara beragam, tidak bergantung pada Soekarno-Hatta saja.

“Kami ingin memecah pembangunan Jabodetabek. Nantinya, proses pembiayaan dan pengembangan bandara baru di wilayah timur Jakarta tersebut akan menggunakan skema kerjasama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership/PPP),” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan, pelaksanaan proyek kereta api ekspres Bandara Soekarno-Hatta menuju Manggarai dengan rute Sudirman-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Soekarno Hatta masih berjalan lambat. Pasalnya, dalam proyek itu banyak pihak yang berkepentingan.

Dikatakan, banyak pemangku kepentingan (stakeholder) yang harus dikoordinasikan untuk pembangunan proyek ini. “Koordinasi dengan stakeholder-nya banyak, ada Pemprov DKI, Pemprov Banten, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Angkasa Pura II, PT Kereta Api, dan Jasa Marga. Semua kita koordinasikan,” tutur Emma di tempat yang sama.

Dijelaskan, saat ini proyek senilai 2 miliar dolar AS atau Rp 18 triliun tersebut baru tahap uji kelayakan dan ditargetkan bakal mulai ditender tahun depan.

Kemenhub telah menetapkan jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta terdiri dari dua jalur, yakni commuter line dan ekspres. Commuter line melewati Tangerang, sementara jalur ekspres melewati Pluit. Kereta api bandara akan melintas setiap 15 menit hingga 30 menit.

Proyek pembangunan jalur ekpress menggunakan pola kemitraan pemerintah dengan swasta atau public private partnership (PPP). (Pikiran Rakyat Online)