Arborist Sang Dokter Pohon

0
Bambang Setiobudi, Direktur PT Prima Buana Internusa

KonsPro (3/01) – KECINTAAN  terhadap pohon di Indonesia masih sangat rendah, sehingga wajar kalau banyak pohon tumbang menimbulkan korban jiwa. Perlukah itu terjadi?

Penulis yakin tidak banyak orang Indonesia yang tahu apa artinya Arborist, termasuk penulis yang sebelum secara kebetulan membaca artikel pendek pada sebuah majalah Property Management Association.

Secara garis besar isi artikel tersebut menggelitik pikiran penulis, sebab sangat relevan dengan situasi dan kondisi di Jakarta, di mana akhir-akhir ini cuaca berubah menjadi tidak bersahabat, hujan deras disertai angin kencang sering terjadi, menyebabkan pohon-pohon besar tumbang, menimpa kabel listrik dan telepon, menimpa pagar dan rumah orang yang berada di sekitar pohon tersebut. Bahkan menimpa kendaraan yang mengakibatkan kematian orang yang berada di dalam mobil.

Arborist atau arboriculturalist, yaitu orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kesehatan pohon khususnya untuk kepentingan keselamatan yang diakibatkan oleh pohon.

Tetapi hal tersebut di atas belum menggugah 100% petugas pertamanan DKI Jakarta maupun para ahli pohon IPB. Terbukti dengan terulangnya peristiwa sejenis hari demi hari, atau tampaknya DKI Jakarta belum mempunyai dan menerapkan management risiko untuk hal-hal seperti ini dan menganggapnya sebagai act of God.

Dalam banyak kasus, tumbangnya pohon-pohon besar di sepanjang jalan sebetulnya bukanlah sebuah keniscayaan dan tak dapat diduga sebelumnya. Tetapi lebih pada ketidaktahuan, kealpaan dan kemasabodohan petugas  mengidentifikasi kekuatan struktur pohon secara rutin dan mengambil langkah-langkah tepat yang diperlukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang, yang dapat menghemat biaya, menghilangkan risiko korban jiwa ataupun rusaknya rumah dan terganggunya utilities di sekitarnya.

Di samping itu, kebiasaan buruk sebagian masyarakat DKI Jakarta dalam memperlakukan sebuah pohon. Misalnya membakar sampah persis di samping batang sebuah pohon besar, supaya lebih mudah menyalakan apinya karena terlindung dari angin.

Keadaan yang dapat merusak kesehatan pohon

Ada beberapa hal yang dapat merusak kesehatan pohon, diantaranya:

1. Batang pohon tertabrak kendaraan sehingga batang cacat.

2. Penggalian di dalam area akar, bahkan memotong akarnya.

3. Perbuatan vandal (merusak) terhadap batang maupun dahan pohon oleh orang tidak bertanggung jawab.

4. Pohon hidup di Jakarta juga mengalami stress, termasuk kebanyakan air waktu banjir dan kekeringan pada waktu musim kering, dan polusi udara,

5. Gangguan serangga dan penyakit tanaman.

6. Ada juga kerusakan yang cenderung disebabkan oleh alam sendiri, seperti cuaca yang ekstrim, salah satunya adalah angin kencang yang dapat mengakibatkan dahan patah atau hanya retak saja.

Semua hal di atas dapat menyebabkan pohon terluka. Pohon, seperti halnya manusia, jika mengalami luka pada derajat tertentu tak dapat kembali normal. Pada manusia kita mengenal jaringan ikat, keloid, kapalan ataupun jaringan membusuk, yaitu usaha tubuh manusia untuk mengisolir luka.

Demikian pula pada pohon, luka tersebut tak dapat disembuhkan seperti sediakala, dan menjadi cacat permanen, menjadikan batang/akar busuk, cabang retak, ataupun menjadi tempat berkembang biaknya penyakit tanaman, semua itu menurunkan kualitas kesehatan pohon, bahkan dapat mengakibatkan kematian pohon.

Semua luka pada pohon meninggalkan bekas

Batang pohon tertabrak kendaraan dapat meninggalkan luka/robek pada kulit pohon, busuk pada dahan, atau akar meninggalkan lubang, atau tumbuh jamur pada dahan, atau di tanah di mana akar busuk tersebut berada. Pada pohon-pohon tertentu, misalnya pohon angsana, jika dahan retak/terbelah, akan keluar getah (warna merah) seperti orang menangis.

Pohon yang sudah cacat, bukan berarti harus ditebang, tetapi tergantung dari derajat cacatnya, cacat tunggal atau cacat ganda, berapa parah busuknya, pada bagian apa cacatnya, jenis pohon dan tempat tumbuhnya.

Untuk beberapa kasus retak dahan yang sudah lama, pohon dapat mengisolirnya dengan menutup retak dengan kulit pohon yang lebih tebal, sehingga orang berpikir ini dahan sehat (seperti kapalen pada manusia). Beberapa tahun kemudian dahan berikutnya tumbuh di atas retakan yang sudah lemah tersebut. Tergantung dari letak dan parahnya retak, bisa saja dahan bersangkutan diperkuat dengan kawat, untuk mengurangi risiko patah.

Dalam kasus yang tidak kasat mata, kita memerlukan bantuan ahli pohon (arborist atau arboriculturalist, sang dokter pohon), mereka akan melakukan test yang hasilnya dipakai untuk menentukan, apakah pohon tersebut dipotong saja atau cukup diper-kuat, untuk mengurangi bahaya tumbangnya pohon.

Ada lagi sejenis serangga (warna hitam agak bulat) yang suka melubangi dahan pohon, dapat menyebabkan dahan lemah atau bahkan mati/kering.

Memang untuk menjaga kesehatan pohon peneduh di jalanan memerlukan perawatan yang kontinyu, antara lain: penyiraman khususnya pada saat musim kering, pendangiran, pemangkasan sehingga tidak mengganggu kabel.

Tumbuhnya jamur pada dahan atau batang atau akar pohon, merupakan tanda adanya kebusukan di area tersebut. Tidak mudah mengetahui derajat dan dalamnya kebusukan, perlu bantuan ahli pohon, jamur yang tumbuh di dahan, relatif mudah mengetahui dengan sedikit melukai dahan. Hasil pengetesan ini dapat dipakai untuk menentukan sisa kekuatan struktur pohon dan langkah apa yang harus diperbuat.

Jamur yang tumbuh di tanah sekitar pohon perlu diwaspadai, karena ada kemungkinan besar akar pohon sudah membusuk. Jika ahli pohon tidak segera memeriksanya, akar pohon akan terus membusuk dan pohon tidak mempunyai lagi kekuatan yang cukup untuk menyangga batangnya, akhirnya tumbanglah pohon tersebut. Pemeriksaan kebusukan akar oleh ahli pohon dapat membatasi luka yang disebabkan oleh pengetesan dan hasilnya akan sangat berharga.

Jika ditemui akar pohon yang membusuk, sangat tidak disarankan dilakukan pemupukan, karena pupuk akan mempercepat pertumbuhan organisma pembusuk, sehingga kerusakan akar akan lebih dipercepat.

Kemampuan seorang property manager untuk mengidentifikasi keadaan cacat pohon di sekitar propertinya dan melakukan langkah penyelamatan pohon atau bahkan memotongnya, dapat melindungi penghuni/orang di sekitar pohon tersebut dan jika tahu langkah penyelamatan pohon, sang property manager sudah berhasil mempertahankan sebuah kehidupan pohon.

Dengan pengetahuan tambahan untuk mengenali tanda-tanda cacat/penyakit pohon, seorang property manager telah berpotensi menjaga keselamatan komunitas di sekitar propertinya, juga mempertahankan keindahan pohon. (Penulis: Bambang Setiobudi, praktisi Property Management)