April, Pembebasan Lahan JORR W2 Rampung‎

0
2
Foto: beritajakarta.com

KonsPro (04/03) JAKARTA – KEMACETAN  di Jakarta salah satunya disebabkan oleh kendaraan berat jenis truk dan kontainer yang kerap melintasi jalanan dalam kota. Untuk itu, Pemprov DKI terus mempercepat pembebasan lahan proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2, agar pembangunan fisiknya bisa segera dimulai. Sebab, dengan selesainya JORR West 2 angkutan berat tidak harus masuk ke kota saat mengantar barang yang diangkutnya, melainkan cukup melintasi JORR. Dengan begitu, kemacetan di jalan dalam kota bisa dikurangi.

“Saya harapkan pembebasan lahan bisa rampung pada April 2011, dan pembangunan fisik dimulai 2012. Sehingga pemindahan volume atau beban jalan terhadap kendaraan kontainer dan truk di dalam kota bisa dikurangi,” kata Prijanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kamis (3/3).

Dijelaskannya, pembebasan lahan ini dibagi menjadi dua bagian wilayah. Yakni lahan di Jakarta Selatan seluas 20 hektar dan lahan di Jakarta Barat seluas 22 hektar. Untuk pembebasan lahan di wilayah Jakarta Selatan baru mencapai 70 persen, sisanya 30 persen lagi akan dikejar hingga akhir April mendatang. Sedangkan pembebasan lahan di Jakarta Barat sudah hampir selesai yakni mencapai 95 persen.

Dia mengakui dalam pembebasan lahan tersebut ditemukan beberapa kendala. Salah satunya tidak ada kesepakatan dengan warga tentang harga bahkan kepemilikan tanah. Namun, itu tidak mengganggu pembangunan karena diselesaikan dengan melakukan konsinyasi ke pengadilan negeri setempat.

“Itu terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan di Jakarta Barat, kita menemukan kendala ada beberapa pengembang yang belum menyerahkan lahan yang menjadi kewajibannya ke Pemprov DKI,” jelasnya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda), Soedirman, mendukung upaya Pemprov DKI mempercepat pembebasan lahan di dua wilayah tersebut. Pasalnya, jalan tol ini memang sangat bermanfaat untuk arus lalu lintas angkutan berat.

Soedirman memprediksi jika Tol JORR W2 telah berfungsi, sekitar 70 persen angkutan barang bermuatan berat dapat beralih ke jalan tol tersebut. “Ini selaras dengan rencana Pemprov DKI yang ingin mengurangi kemacetan dengan mengalihkan jam operasional angkutan barang bermuatan berat di jalan tol dan jalan umum,” ujarnya.

Rencananya, JORR W2 didesain selebar 80 meter, dengan cakupan 40 meter untuk jalan tol serta 20 meter di kanan kiri akan dijadikan jalan arteri. Jalan tol tersebut akan tersambung dengan JORR W1 yang sudah beroperasi dan akan menjadi akses penting menuju bandara Soekarno-Hatta. (Berjak)