April, Batas Akhir Pembebasan JORR West 2

0
Foto: beritajakarta.com

KonsPro (19/02) JAKARTA – DARI 975 bidang tanah yang harus dibebaskan untuk proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2, sebanyak 416 bidang tanah telah dibebaskan. Sedangkan sisanya sebanyak 559 bidang ditargetkan rampung April mendatang agar proses tender proyek tersebut bisa dimulai.

“Tender akan berjalan seiring dengan pembebasan lahan juga,” kata Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum di kantor Kementerian PU (Kemen PU), Jakarta Selatan, Jumat (18/2).

Ia menyebutkan, tender akan berjalan selama tiga bulan. Jika tender selesai, proses selanjutnya adalah pemasangan konstruksi yang ditargetkan memakan waktu 18 bulan. Namun, jika hingga April masih ada warga yang keberatan dengan harga dan lahan yang akan ditawarkan pembayaran akan dilakukan dengan cara konsinyasi. “Syarat konsinyasi jika pembebasan lahan sudah mencapai 75 persen. Kita perkirakan hingga April mendatang bisa mencapai lebih dari 80 persen,” tambahnya.

Hermanto merinci untuk Jakarta Selatan saat ini lahan yang telah dibebaskan mencapai 7,56 hektar dari 18,82 hektar lahan lahan yang ada. Sementara di Jakarta Barat lahan yang telah dibebaskan mencapai 19,3 hektar dari 22,6 hektar. “Khusus Jakarta Barat terdapat lahan pengembang dan saat ini masih dalam proses. Kemungkinan pembebasan lahan akan cepat selesai di Jakarta Barat dibandingkan di Jakarta Selatan,” jelasnya.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Mochamad Tauchid Tjakra Amidjaja, berharap pembangunan JORR West 2 dapat segera terealisasi. Karena JORR West 2 ini sangat penting untuk mendukung sistem pengembangan jalan di Jakarta. “Proses pembebasan lahannya masih terus berjalan, semoga pembangunannya bisa segera terwujud,” kata Tauchid.

Ia menambahkan pembebasan lahan memang sempat terkendala dengan harga yang ditawarkan kepada masyarakat. Namun kini telah ada SK Gubernur Nomor 1907 tahun 2010 tentang Perubahan Ganti Rugi Tanah untuk Pembangunan JORR West II yang memutuskannya. “Memang masih ada yang menolak dan ada pula lahan sengketa, tapi nantinya akan dikonsinyasi. Semoga tidak menghambat proses pembangunan,” tandasnya. (Berjak)