Apartemen Permata Eksekutif Tidak Seindah Iklannya

0
Foto: i274.photobucket.com

KonsPro (7/7) JAKARTA – SAYA sangat kecewa dan dipermalukan oleh pengelola Apartemen Permata Eksekutif (APE) di depan umum. Hal ini bermula saat saya mendapat undangan rapat pada 25 Juni 2011 lalu. Saya sangat senang sebab sangat berharap segala permasalahan selama ini dapat diselesaikan dengan baik.

Namun harapan itu pupus, sebab saat saya datang ke rapat tersebut malah justru diusir.(lampiran undangan). Perlakuan pengelola APE sangat tidak profesional, jika memang saya tidak boleh ikut rapat, tetapi mengapa saya diundang? Padahal saya pemilik salah satu unit di APE dan menghuni di sana sejak 2006.

Dalam undangan ditulis agenda rapat dan tata tertib yang sepihak, sehingga penghuni dan pemilik apartemen tidak memiliki pilihan, bahkan tidak diperkenankan interupsi selama rapat berlangsung. Undangan juga tidak ada/memakai kop surat, undangan rapat RT saja ada.

Saya sangat antusias menghadiri undangan rapat itu, sebab banyak keganjilan yang terjadi di APE. Misalnya, selama 2008-2011 pengelola membentuk Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS), namun sebagian besar penghuni tidak tahu mekanismenya. Kami pemilik dan penghuni tidak pernah diundang untuk ikut menentukan kebijakan/aturan di wilayah hunian kami. Jadi selama periode itu tidak pernah ada pertemuan penghuni!

Karena pelimpahan dari developer/builder belum disertakan akuntan publik, maka kami penghuni meragukan transparansi penyelenggara… Dan terbukti mereka tidak melampirkan anggaran dasar pembentukan PPRS yang mau dirapatkan.

Sebenarnya masih banyak kejanggalan yangg sedang berlangsung ditengah penyelenggaraan APE. Kami merasa sudah dirampas hak kesejahteraan memiliki rumah sendiri, karena setiap saat pengelola bisa saja menaikkan tarif listrik, service charge, biaya air dan sebagainya sesuai kemauan mereka.

Pemilik dan Penghuni Apartemen Permata Eksekutif,