Antara KPR BRI dan Grand Depok City

0

KonsPro (31/8), DEPOK = PADA  bulan Agustus 2009, kami telah melakukan penandatanganan akad kredit di hadapan Notaris dengan fasilitas KPR dari BRI Cabang Cibubur untuk pembelian rumah di Grand Depok City.

Sekitar akhir tahun 2011, kami menanyakan status sertifikat rumah sebagai hak kami dan bukti kepemilikan rumah .Karena sampai dengan saat ini kami hanya memegang copy perjanjian kredit, copy perjanjian penyerahan jaminan dan pemberian kuasa, copy perjanjian pengikatan jual beli tanah dan bangunan rumah.

Untuk memperkuat status hukum tanah dan rumah kami, kami meminta kepada pihak BRI untuk mengirimkan copy SHGB, PBB dan IMB. Menurut perwakilan BRI diinformasikan bahwa BRI belum menerima sertifikat asli maupun salinan dari pihak developer GDC.

Bagaimana mungkin penjamin KPR yang mengucurkan uangnya ke pihak developer tidak memiliki sertifikat tanah dan bangunan sebagai jaminannya? Menurut notaris yang saya hubungi berdasarkan saran dari BRI, disampaikan bahwa notaris belum bisa bertindak bilamana belum ada penandatanganan Akte Jual Beli untuk proses SHGB tersebut.

Pada bulan Februari 2012 saya menandatangani AJB sesuai permintaan developer Grand Depok City yang saya saya hubungi. Akan tetapi terdapat keganjilan, tanah kami yang seluas 90 M2 hanya tertulis 42M2 di AJB.

Developer Grand Depok City melalui perwakilannya menjelaskan bahwa sertifikat tanah kami terbagi dua, yang setengahnya lagi masih dalam proses pengurusan di BPN, tanpa dapat dipastikan kapan akan selesai.

Untuk masalah sertifikat yang terbagi dua ini, ternyata pihak BRI tidak mengetahuinya dan kami diminta untuk terus berkomunikasi dengan BRI. Hingga saat ini sudah berganti pihak administrasi BRI, status sertifikat kami masih belum jelas sama sekali. Kami sudah melayangkan surat tertulis baik ke pihak developer GDC maupun ke BRI cabang Cibubur, namun tidak ada tanggapan.

Yudhan Hernanto, Grand Depok City, (detik.com)