Anggota DPR Prihatin Rusunawa di Nunukan Kosong

0

KonsPro (19/4) JAKARTA – DELEGASI Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja masa reses ke Kalimantan Timur (Kaltim) prihatin terhadap Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di jalan Ujang Dewa Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kaltim, tidak berpenghuni.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, kunjungan kerja dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Joseph Umarhadi terkait peninjauan ke lokasi Rusunawa.

“Rusunawa itu kosong tidak berpenghuni, padahal sudah dibangun sejak 2005. Kami betul-betul terkejut dan prihatin,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Joseph menilai pembangunan Rusunawa yang memakai dana APBN itu menjadi mubazir. Dua blok Rusunawa ini dibangun oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Kementerian P erumahan Rakyat.

Komisi V DPR mendesak pemerintah melalui Asisten Menpera yang dihubungi langsung melalui telepon selular, agar segera menyelesaikan persoalan ini. Joseph meminta agar Rusunawa ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Mengapa bangunan ini dibiarkan sampai rusak, tanpa ada yang memanfaatkan,” kata Joseph.

Pada awalnya rencana pembangunan Rusunawa ini diperuntukkan bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di Malaysia, mengingat Nunukan adalah salah satu kota terdekat dengan perbatasan. Pada saat itu TKI yang datang di Nunukan sempat membludak hingga mencapai 100 ribu orang lebih.

Namun setelah pembangunan berjalan, ada kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat yang memindahkan tempat pengurusan perpanjangan dokumen keimigrasian TKI yang sebelumnya di Nunukan ke Konsulat Jenderal RI di Tawau, Malaysia.

Dalam Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Kalimantan Timur ini sempat terjadi kecelakaan kecil saat rombongan menuju Pulau Sebatik untuk meninjau kondisi infrastruktur di daerah perbatasan.

Rombongan yang menumpang Kapal Patroli Kelas III milik Adpel Nunukan, ketika mendekati dermaga Sei Nyamuk tiba-tiba kapal yang melaju dengan kecepatan 18 knot, berhenti mendadak karena kipas mesin terkena gundukan pasir.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, meski begitu Hani Heliawati, Kabagset Komisi V DPR sempat terjatuh dan tubuhnya menghantam dinding kapal, sehingga lengan kirinya memar.

Kepala Adpel Nunukan HM. Kasim saat dikonfirmasi membantah laporan sejumlah media bahwa kapal patroli ini menabrak karang.

“Kapal hanya menghantam gundukan pasir di laut atau gosong (bahasa Nunukan) bukan karang, kalau karang mungkin kapal langsung tenggelam,” katanya yang menambahkan bahwa rombongan Komisi V melanjutkan perjalanan menuju dermaga Sei Nyamuk Pulau Sebatik dengan menumpang speedboat milik Basarnas. (Ant.)